Jumat, 15 Mei 2026

Pemuda Bandung Cuan dari Budidaya Bibit Sayuran

Penulis : Algi M Gifari
9 Feb 2025 | 18:11 WIB
BAGIKAN
Agus, seorang pembudidaya bibit sayuran di di Desa Tugu Mukti, Kecamatan Cisarua, KBB, Jawa Barat, pada Minggu (9/2/2025). (B-Universe Photo/Algi M Gifari)
Agus, seorang pembudidaya bibit sayuran di di Desa Tugu Mukti, Kecamatan Cisarua, KBB, Jawa Barat, pada Minggu (9/2/2025). (B-Universe Photo/Algi M Gifari)

BANDUNG BARAT, investor.id – Usaha budidaya bibit sayuran patut dilirik bagi Anda yang memiliki lahan terbatas. Selain dapat meraup cuan yang menggiurkan, usaha bibit tanaman ini memiliki prospek cerah dan cukup stabil di tengah ketatnya persaingan usaha.

Seperti yang dilakukan Agus seorang pria asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang kini menjadi salah satu petani sukses di sentra budidaya bibit tanaman yang ada di Desa Tugu Mukti, Kecamatan Cisarua, KBB, Jawa Barat.

Diatas lahan seluas 2.800 meter persegi miliknya Agus bersama sang istri dibantu beberapa pegawainya sukses memproduksi beragam jenis bibit tanaman seperti cabai rawit, cabai keriting, cabai merah, terong, seledri, sawi putih, tomat, kol dan bibit tanaman lainnya.

ADVERTISEMENT

Lewat tangan dinginnya, bibit-bibit yang ditanamnya kini sanggup memenuhi kebutuhan para petani untuk puluhan hektar lahan perkebunan sayuran di Jawa Barat. Pasalnya tempat budidaya bibit sayuran milik Agus ini dinilai para petani menjadi salah satu terlengkap di Bandung Barat.

“Sedang beli bibit tomat, kalau saya kekurangan (bibit) selalu beli disini dan lumayan lengkap ada sawi, tomat, brokoli, kembangkol, seledri, banyak disini kengkap, cabe-cabe disini juga ada,” kata Yadi Septian, seorang petani Bandung Barat saat membeli bibit sayuran, pada Minggu (9/2/2025).

Agus mengaku bahwa ia awalnya merupakan petani biasa, tapi memutuskan banting stir ke usaha pembudidayaan bibit sayuran lima tahun silam. Menurut dia, budidaya bibit sayuran cukup menjanjikan karena punya permintaan yang tinggi, sementara usaha ini tidak didukung dengan banyaknya penyedia bibit.

“Untuk pesanan, ini sekali yang ambil dirata-rata 2.000 bibit per orang, tapi tergantung juga ada atau tidak bibit ditempat,” ucap Agus.

Berkat kerja kerasnya, bisnis budidaya bibit milik Agus kian berkembang. Kini usahanya pun mencatat omzet mencapai Rp 30-50 juta per bulan, terlebih usaha yang satu ini diakuinya cukup stabil.

“Usaha ini stabil, karena logikanya semua orang perlu makan, perlu sayuran, yang penting petani masih ada yang mau bertani, bercocok tanam pasaran mau menerima ya oke-oke saja,” ungkap Agus.

Penjualan bibit sayuran ini diakui telah tersebar di sejumlah daerah di Jawa Barat, khususnya ketika musim penghujan yang mendorong penjualan meningkat. “Alhamdulullah kita pembeli ada yang dari Indramayu yang jauhnya, Ciwidey, Cikalong, Cipeundeuy dan sejumlah daerah pertanian lainnya di Jabar,” tandas Agus.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 9 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 60 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia