Pemuda Bandung Cuan dari Budidaya Bibit Sayuran
BANDUNG BARAT, investor.id – Usaha budidaya bibit sayuran patut dilirik bagi Anda yang memiliki lahan terbatas. Selain dapat meraup cuan yang menggiurkan, usaha bibit tanaman ini memiliki prospek cerah dan cukup stabil di tengah ketatnya persaingan usaha.
Seperti yang dilakukan Agus seorang pria asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang kini menjadi salah satu petani sukses di sentra budidaya bibit tanaman yang ada di Desa Tugu Mukti, Kecamatan Cisarua, KBB, Jawa Barat.
Diatas lahan seluas 2.800 meter persegi miliknya Agus bersama sang istri dibantu beberapa pegawainya sukses memproduksi beragam jenis bibit tanaman seperti cabai rawit, cabai keriting, cabai merah, terong, seledri, sawi putih, tomat, kol dan bibit tanaman lainnya.
Lewat tangan dinginnya, bibit-bibit yang ditanamnya kini sanggup memenuhi kebutuhan para petani untuk puluhan hektar lahan perkebunan sayuran di Jawa Barat. Pasalnya tempat budidaya bibit sayuran milik Agus ini dinilai para petani menjadi salah satu terlengkap di Bandung Barat.
“Sedang beli bibit tomat, kalau saya kekurangan (bibit) selalu beli disini dan lumayan lengkap ada sawi, tomat, brokoli, kembangkol, seledri, banyak disini kengkap, cabe-cabe disini juga ada,” kata Yadi Septian, seorang petani Bandung Barat saat membeli bibit sayuran, pada Minggu (9/2/2025).
Agus mengaku bahwa ia awalnya merupakan petani biasa, tapi memutuskan banting stir ke usaha pembudidayaan bibit sayuran lima tahun silam. Menurut dia, budidaya bibit sayuran cukup menjanjikan karena punya permintaan yang tinggi, sementara usaha ini tidak didukung dengan banyaknya penyedia bibit.
“Untuk pesanan, ini sekali yang ambil dirata-rata 2.000 bibit per orang, tapi tergantung juga ada atau tidak bibit ditempat,” ucap Agus.
Berkat kerja kerasnya, bisnis budidaya bibit milik Agus kian berkembang. Kini usahanya pun mencatat omzet mencapai Rp 30-50 juta per bulan, terlebih usaha yang satu ini diakuinya cukup stabil.
“Usaha ini stabil, karena logikanya semua orang perlu makan, perlu sayuran, yang penting petani masih ada yang mau bertani, bercocok tanam pasaran mau menerima ya oke-oke saja,” ungkap Agus.
Penjualan bibit sayuran ini diakui telah tersebar di sejumlah daerah di Jawa Barat, khususnya ketika musim penghujan yang mendorong penjualan meningkat. “Alhamdulullah kita pembeli ada yang dari Indramayu yang jauhnya, Ciwidey, Cikalong, Cipeundeuy dan sejumlah daerah pertanian lainnya di Jabar,” tandas Agus.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.Tag Terpopuler
Terpopuler

