Jumat, 15 Mei 2026

Gerak Cepat Manfaatkan Potensi EBT untuk Otomotif 

Penulis : Harso Kurniawan
14 Feb 2025 | 17:11 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Reza (ketiga kanan) didampingi Kepala Pusat Industri Hijau Kemenperin Apit Pria Nugraha (kedua kanan), dan Direktur IMATAP Ditjen ILMATE Kementerian Perindustrian  Mahardi. T. Wicaksana (kiri) bersama Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam (ketiga kanan), serta jajaran direksi TMMIN di ajang CN Mobility Event. (ist)
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Reza (ketiga kanan) didampingi Kepala Pusat Industri Hijau Kemenperin Apit Pria Nugraha (kedua kanan), dan Direktur IMATAP Ditjen ILMATE Kementerian Perindustrian Mahardi. T. Wicaksana (kiri) bersama Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam (ketiga kanan), serta jajaran direksi TMMIN di ajang CN Mobility Event. (ist)

JAKARTA, Investor.id - Potensi energi di Indonesia masih belum dimanfaatkan secara maksimal dan menjadi dorongan bagi pemerintah untuk bergerak lebih cepat dalam memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT), terutama untuk sektor otomotif. 

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan, produsen otomotif nasional Toyota bukan lagi sekadar perusahaan otomotif, tetapi berkembang menjadi usaha energi yang berkontribusi besar dalam transisi menuju energi bersih. 

“Saya berpikir Toyota telah menjadi usaha energi, bukan lagi otomotif. Komitmen Toyota terlihat dengan melibatkan banyak pihak mulai dari akademisi, kementerian dan lembaga terkait, hingga kelompok masyarakat,” kata Faisol saat mengunjungi pameran Carbon Neutrality (CN) Mobility Event yang digelar Toyota Indonesia di di Gambir Expo area Indonesia Internationl Motor Show (IIMS) 2025, Kemayoran Jakarta Pusat, Kamis (13/2/2025).

ADVERTISEMENT

Mengusung tema  “Beyond Zero: Mobilitas untuk Netralitas Karbon”, kegiatan yang berlangsung 12-15 Februari 2025 ini merupakan jembatan untuk penyelenggaraan Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) kedua oleh Kemenperin pada 2025 dalam rangka mewujudkan industri hijau untuk mengurangi dampak negatif karbon, menjaga ketahanan energi nasional, dan keberlanjutan lingkungan untuk masa depan yang lebih baik. 

“Ini harus diakui dan diapresiasi, karena seharusnya kerja besar ini dilakukan pemerintah, tapi Toyota justru lebih cepat dari yang direncanakan,” sambung dia. 

Menurut Faisol, inisiatif Toyota Indonesia dalam mengembangkan konversi kendaraan berbahan bakar internal combustion engine (ICE) menjadi kendaraan listrik patut diapresiasi. Salah satu prototipe yang sedang dikembangkan adalah Toyota Innova listrik.

“Toyota sedang merancang konversi mobil ICE ke mobil industri listrik. Ada prototipenya Toyota Innova, kelihatannya sangat memungkinkan. Sekarang tinggal menghitung skala ekonomis serta bentuk insentif yang bisa diberikan pemerintah untuk mendukung rencana dekarbonisasi,” sambung dia.

Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Apit Pria Nugraha menegaskan, industri otomotif menjadi salah satu kunci dalam upaya pengurangan emisi karbon Indonesia. Sektor transportasi mampu menyumbang 6,8% dari PDB nasional. Tetapi, di saat yang bersamaan, sektor ini menyumbang 159 MtCO₂eq terhadap total emisi karbon nasional.

Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan mencapai 5,2% pada 2025, dia menegaskan, transisi menuju transportasi rendah karbon menjadi makin penting untuk mengurangi dampak lingkungan tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Ekosistem industri hijau yang sedang dikembangkan Kemenperin untuk membantu pencapaian net zero emission salah satunya adalah pengembangan konsep Green Industry Service Company (GISCO) yang dapat menjadi solusi bagi industri dalam menerapkan teknologi rendah karbon,” ujar dia. 


 

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 21 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia