Jumat, 15 Mei 2026

BPDP Siap Biayai Peremajaan 120 Ribu Hektare Kebun Sawit

Penulis : Tri Listiyarini
18 Feb 2025 | 10:00 WIB
BAGIKAN
Hasil panen tandan buah segar (TBS) sawit. (Foto : Tri Listiyarini)
Hasil panen tandan buah segar (TBS) sawit. (Foto : Tri Listiyarini)

JAKARTA, investor.id–Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), sebelumnya Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), menargetkan peremajaan tanaman (replanting) sawit 120 ribu hektare (ha) tahun ini. Di sisi lain, ditargetkan peremajaan tanaman kakao dan kelapa dengan target masing-masing 5.000-10.000 ha.

Seiring perluasan tugas badan layanan umum (BLU) tersebut, BPDP tengah menyiapkan regulasi penyaluran dana peremajaan kakao dan kelapa. BPDP kini masih memiliki saldo Rp 30,63 triliun yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan di 2025, termasuk peremajaan sawit, kakao, dan kelapa.

Direktur Utama BPDP Eddy Abdurrachman mengatakan, sesuai Perpres No 132 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Dana Perkebunan (pengganti Perpres No 61 Tahun 2015) serta Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 06 Tahun 2025 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kelola Badan Pengelola Dana Perkebunan maka BPDPKS telah berubah menjadi BPDP dengan tugas menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana perkebunan.

ADVERTISEMENT

Seiring dengan itu, komoditas yang ditangani BPDP menjadi tiga, yakni sawit, kakao, dan kelapa, dari sebelumnya hanya sawit. “Salah satu penggunaan dana perkebunan yang kami himpun adalah untuk peremajaan perkebunan. Di 2025, kami menargetkan peremajaan sawit 120 ribu ha, kakao 5.000-10.000 ha, dan kelapa 5.000-10.000 ha,” kata Eddy saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (17/02/2025).

Dalam laporan BPDP, BLU di bawah Kementerian Keuangan itu pada 2024 berhasil merealisasikan total pendapatan Rp 28,83 triliun dengan Rp 25,75 triliun di antaranya dari penerimaan pungutan ekspor (PE) sawit. Capaian PE sawit 2024 itu lebih rendah dari 2023 yang sebesar Rp 32,39 triliun, salah satu penyebabnya volume ekspor yang merosot.

Sementara itu, total belanja BPDP di 2024 mencapai Rp 31,49 triliun dengan Rp 29,38 triliun untuk insentif biodiesel. Karena belanja lebih besar dari pendapatan, neraca BPDP di 2024 defisit Rp 3,17 triliun. Namun karena BPDP masih mengantongi saldo tahun-tahun sebelumnya total Rp 33,79 triliun maka hal itu tertutupi dan BPDP kini masih memiliki saldo Rp 30,63 triliun yang bisa untuk berbagai kegiatan di 2025, termasuk peremajaan sawit, kakao, dan kelapa.

Selain menargetkan peremajaan tanaman sawit, kakao, dan kelapa, BPDP di 2025 menargetkan penyaluran insentif biodiesel setara 7,55 juta kiloliter untuk PSO. BPDP juga mendukung sarana prasarana perkebunan untuk intensifikasi lahan lewat penyediaan pupuk dan pestisida dan ekstensifikasi melalui penyediaan benih, pupuk, dan pestisida.

Di sisi lain, membantu penyediaan mesin pertanian dan alat transportasi, peningkatan jalan kebun, serta pembangunan kebun benih. BPDP juga melakukan pengembangan sumber daya manusia (SDM), penelitian dan pengembangan, serta promosi perkebunan, seperti kampanye positif produk sawit, kakao, dan kelapa.

Editor: Tri Listiyarini

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia