Jumat, 15 Mei 2026

Kimia Farma Fasilitasi Produksi Suplemen Kesehatan ke Samsung Pharm

Penulis : Heru Febrianto
6 Mar 2025 | 15:49 WIB
BAGIKAN
Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Utama Kimia Farma Djagad Prakasa Dwialam dan Chief Executive Officer Samsung Pharm, SungTag Jung di Kantor Pusat Kimia Farma, Jakarta, Senin (3/3).
Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Utama Kimia Farma Djagad Prakasa Dwialam dan Chief Executive Officer Samsung Pharm, SungTag Jung di Kantor Pusat Kimia Farma, Jakarta, Senin (3/3).

JAKARTA, investor.id – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menjalin kerja sama dengan perusahaan farmasi asal Korea Selatan, Samsung Pharm Co., Ltd. untuk penyediaan fasilitas produksi suplemen kesehatan.

Kerja sama tersebut tertuang dalam penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Utama Kimia Farma Djagad Prakasa Dwialam dan Chief Executive Officer Samsung Pharm, SungTag Jung di Kantor Pusat Kimia Farma, Jakarta, Senin (3/3).

Direktur Utama Kimia Farma Djagad Prakasa Dwialam menjelaskan dengan penandatanganan MoU ini, Kimia Farma akan menyediakan fasilitas produksi suplemen kesehatan kepada Samsung Pharm sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

ADVERTISEMENT

Samsung Pharm merupakan perusahaan farmasi asal Korea Selatan yang bergerak di bidang manufaktur, penyediaan, dan distribusi produk farmasi. Samsung Pharm telah memproduksi beberapa produk farmasi mulai dari Ethical Pharmaceuticals Products, Healthcare Products, hingga Over The Counter Drugs Products.

“Kami menyambut baik kepercayaan yang diberikan Samsung Pharm kepada Kimia Farma. Kolaborasi yang terjalin ini menjadi bukti komitmen perseroan dalam menjaga kepercayaan mitra, khususnya dalam hal penyediaan fasilitas produksi yang bermutu dan terstandar,” ujar Djagad dalam keterangan rilisnya dikutip di Jakarta, Kamis (6/3/2025).

Sebagai perusahaan farmasi yang telah lama berkiprah di Indonesia, Kimia Farma memiliki fasilitas produksi yang telah bersertifikasi. Hal ini menjadi wujud penjaminan mutu dalam setiap proses pengolahan agar memenuhi produk yang bermutu, berkhasiat, dan aman.

Beberapa sertifikasi yang telah diperoleh meliputi sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik, Produksi Industri Obat Tradisional yang diperoleh dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik yang diperoleh dari Kementerian Kesehatan.

Kemudian, Kimia Farma juga telah mengantongi Sertifikat Halal, ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, dan ISO 45001:2018.

Selain itu, Kimia Farma juga menyediakan jasa toll manufacturing bagi perusahaan lainnya sesuai dengan permintaan dan kerja sama, seperti yang disepakati antara KAEF dengan Samsung Pharm.

Perseroan meyakini sinergi ini dapat menghasilkan produk kesehatan yang dapat bersaing khususnya untuk menunjang kesehatan masyarakat Indonesia.

“Melalui kolaborasi ini, harapannya kedua belah pihak dapat mewujudkan inovasi produk kesehatan yang tujuannya akan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Djagad.

Editor: Heru Febrianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 21 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia