Jumat, 15 Mei 2026

Teknologi DeepSeek Akan Picu Gelombang Inovasi AI 

Penulis : Imam Suhartadi
22 Mar 2025 | 14:28 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pemakaian teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI). (Foto: ANTARA/Freepik/am)
Ilustrasi pemakaian teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI). (Foto: ANTARA/Freepik/am)

JAKARTA, investor.id - Hadirnya DeepSeek, sebuah model bahasa besar (LLM) berbasis open source dari Tiongkok telah mengguncang dunia.

Dengan besarnya jumlah pengguna internet di Indonesia, mencapai 185,3 juta pengguna atau 66,5 persen dari populasi, Indonesia memiliki potensi yang signifikan untuk memaksimalkan teknologi seperti DeepSeek.  

Mengomentari kehadiran DeepSeek, Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera, mengatakan keberadaan DeepSeek diperkirakan akan mendorong pengembangan AI di Indonesia. DeepSeek, yang berbasis open source adalah contoh bagi industri teknologi lokal bahwa modal kecil tidak menjadi hambatan untuk pengembangan teknologi.

ADVERTISEMENT

“Model seperti DeepSeek berpotensi memicu gelombang terobosan AI berikutnya, namun kekuatan sesungguhnya ada pada satu elemen penting, yaitu data,” kata Sherlie dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (22/3/2025).

Tanpa data tepercaya dan akurat, bahkan algoritma yang paling canggih sekalipun akan gagal. Sama seperti fondasi kuat yang menopang sebuah bangunan, data yang andal memungkinkan model AI menghasilkan prediksi yang diandalkan dan mendorong pengambilan keputusan yang lebih cerdas.

Tanpa data yang andal atau tepercaya, model AI, tak peduli seberapa efisien penggunaan energinya, akan ambruk seperti rumah yang rapuh, dan tidak akan memberikan manfaat yang baik bagi bisnis. 

Sherlie menilai model open source yang inovatif dari DeepSeek menawarkan kebebasan luar biasa bagi para pengembang untuk berkolaborasi dan berinovasi, mendorong kemajuan yang pesat.

Di Indonesia,kata dia, pengembangan AI telah dilakukan di berbagai sektor seperti logistik, sumber daya manusia, pendidikan dan keamanan siber.

Meeting.ai, yang dikembangkan oleh startup lokal, bahkan telah mengintegrasikan teknologi open source DeepSeek untuk meningkatkan kualitas transkripsi mereka dengan biaya yang lebih terjangkau.

“Di Cloudera, kami yakin bahwa masa depan AI terletak pada Private AI dan Open AI, di mana perusahaan bisa membangun, menjalankan, dan mengembangkan AI secara aman di lingkungan mereka sendiri, mempertahankan kendali penuh terhadap data mereka,” kata Sherlie. 

Keterbukaan AI (Openness in AI) - melalui format data terbuka dan interoperable framework - memastikan fleksibilitas dan mencegah keterikatan pada satu vendor (vendor lock-in).

“Hal ini sejalan dengan akar open-source kami sendiri, dan kami mengetahui langsung value luar biasa dari open source, open standard, dan open market, sebagai katalisator untuk inovasi industri,” imbuh Sherlie lagi. 

Lebih lanjut Sherlie mengatakan bahwa satu teknik pelatihan AI tidak bisa diterapkan untuk semua orang. Baik itu pelatihan dari awal, seperti yang dilakukan DeepSeek untuk mendorong inovasi, atau menyempurnakan model yang sudah ada untuk penerapan yang lebih cepat, pilihannya tergantung pada kebutuhan organisasi. 

Reinforcement learning (RL) dan penyempurnaan (fine tuning) memainkan peranan yang saling melengkapi. Keseimbangan yang baik di antara keduanya adalah momen-momen di mana keajaiban terjadi. RL akan ‘tumbuh subur’ di lingkungan yang dinamis dan terus berkembang, sementara penyempurnaan (fine tuning) unggul dalam tugas-tugas yang tepat seperti mengikuti instruksi.

Pelatihan dari awal menghasilkan terobosan yang luar biasa, sementara distilling dan fine-tuning menawarkan agility dan efisiensi untuk penggunaan yang telah terdefinisikan dengan baik.

Setiap pendekatan memiliki kelebihannya sendiri, dan memilih strategi yang tepat adalah kunci untuk menyeimbangkan inovasi dengan penerapan yang praktis dan scalable. 

Strategi AI Cloudera bertujuan untuk memahami tuntutan organisasi yang beragam melalui platform hybrid dan multi-cloud yang sesungguhnya, sehingga perusahaan dapat membangun dan menerapkan beban AI dengan lancar di lingkungan on-prem (lokal), private cloud, dan public cloud.

Dengan mendukung format data terbuka seperti Apache Iceberg, Cloudera menghindari vendor lock-in, memberdayakan bisnis untuk memanfaatkan AI di mana pun data mereka berada sekaligus memastikan keamanan dan skalabilitas kelas enterprise


 

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 10 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 20 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia