Jumat, 15 Mei 2026

Gabungan Produsen Makanan Minuman Ikut Prihatin soal Tarif Trump

Penulis : Thresa Sandra Desfika
5 Apr 2025 | 16:35 WIB
BAGIKAN
Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman saat ditemui di BEI, SCBD, Jaksel, Kamis (14/3/2024). (B-Universe Photo/Vinnilya Huanggrio)
Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman saat ditemui di BEI, SCBD, Jaksel, Kamis (14/3/2024). (B-Universe Photo/Vinnilya Huanggrio)

JAKARTA, investor.id - Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI)  menyampaikan keprihatinan mendalam atas langkah pemerintah Amerika dalam menerapkan tarif impor resiprokal sebesar 32 persen untuk komoditas asal Indonesia. 

Lebih lanjut, Ketua Umum GAPMMI, Adhi Lukman, menyatakan, Indonesia dan Amerika telah menjalin kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan dan melengkapi kedua belah pihak.

Amerika merupakan pasar ekspor prioritas untuk beberapa produk unggulan makanan dan  minuman dari Indonesia seperti produk kopi, kelapa, kakao, minyak sawit, lemak nabati, produk perikanan dan turunannya.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, industri makanan dan minuman Indonesia  mengimpor berbagai bahan baku industri dari Amerika, beberapa di antaranya gandum, kedelai dan susu. 

Adhi menambahkan hubungan perdagangan ini mendukung pertumbuhan ekonomi kedua negara. Oleh karena itu, menjaga stabilitas dan kelancaran hubungan perdagangan antara Indonesia dan Amerika adalah hal yang sangat penting bagi kedua negara. 

GAPMMI  mengidentifikasi beberapa dampak utama dari tarif ini, termasuk:

- Kenaikan Biaya Produksi: Tarif impor akan meningkatkan biaya produksi industri  nasional yang menggunakan bahan baku dari Amerika dan mengurangi daya saing produk Indonesia di pasar internasional, serta meningkatkan harga jual produk di Indonesia. 

- Penurunan Ekspor: Tarif yang tinggi dapat menyebabkan penurunan volume ekspor produk makanan dan minuman Indonesia ke Amerika serta negara tujuan ekspor  lainnya, yang berdampak negatif pada kinerja dan pertumbuhan industri nasional. 

-Dampak pada Pekerja: Penurunan ekspor dapat mengancam lapangan kerja di sektor  makanan dan minuman di Indonesia, di saat situasi ekonomi yang sedang lesu.

GAPMMI mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah stretegis seperti: 

-Negosiasi Diplomatik: Melakukan negosiasi dengan pemerintah Amerika untuk mencari solusi yang lebih baik dan mengurangi dampak negatif tarif. Ditekankan bahwa  Indonesia dan Amerika saling membutuhkan dan melengkapi.

-Analisa Dampak Menyeluruh dan Dukungan Kebijakan: Menganalisa dampak penerapan tarif secara menyeluruh dan memberikan dukungan kebijakan kepada  industri makanan dan minuman untuk mengatasi kenaikan biaya produksi dan menjaga  daya saing. t

-Stabilitas Nilai Tukar Rupiah: Menciptakan stabilitas perekonomian nasional dan  
menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. 

-Penguatan Industri Nasional: Mendorong hilirisasi industri sektor agrobisnis dan substitusi impor bahan baku dengan bahan baku nasional pada jenis komoditas yang dimungkinkan. 

-Kebijakan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri): Mempertahankan kebijakan  TKDN sebagai respon kenaikan BMI Amerika. Kebijakan ini telah terbukti  meningkatkan permintaan produk manufaktur dalam negeri terutama dari belanja  pemerintah. Kebijakan ini juga memberi jaminan kepastian investasi dan dapat menarik  investasi baru ke Indonesia. Banyak tenaga kerja Indonesia bekerja pada industri yang  produknya dibeli setiap tahun oleh pemerintah karena kebijakan ini. Pelonggaran  kebijakan ini akan berakibat hilangnya lapangan kerja dan berkurangnya jaminan  investasi di Indonesia.
 
-Diversifikasi Pasar: Mendorong diversifikasi pasar ekspor untuk mengurangi  ketergantungan pada pasar Amerika Serikat. 

GAPMMI berkomitmen untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk menghadapi tantangan ini dan memastikan keberlanjutan industri makanan dan  minuman Indonesia. 

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia