Jumat, 15 Mei 2026

Menanti Jurus Pemerintah Tangkal Efek Kebijakan Tarif Trump

Penulis : Leonard AL Cahyoputra
5 Apr 2025 | 19:54 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memegang perintah eksekutif yang telah ditandatangani selama acara pengumuman tarif baru di Rose Garden, Gedung Putih, Washington, AS pada Rabu (2/4/2025). (Foto: AP/ Evan Vucci)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memegang perintah eksekutif yang telah ditandatangani selama acara pengumuman tarif baru di Rose Garden, Gedung Putih, Washington, AS pada Rabu (2/4/2025). (Foto: AP/ Evan Vucci)

JAKARTA,Investor.id -Kebijakan tarif impor yang diterbitkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan membawa dampak kepada sektor industri tanah air. Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) meminta pemerintah untuk melindungi industri dalam negeri termasuk biofuel dari dampak kebijakan Trump yang bernama Reciprocal Tariffs.

“Kebijakan tarif Trump terhadap Indonesia tentunya akan memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap beberapa sektor industri Indonesia. Meskipun terkait produk biofuel/bahan bakar nabati tidak akan berdampak secara langsung,” ujar Sekjen Aprobi Ernest Gunawan dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/4/2025).

Dia menjelaskan pelaku industri biofuel tidak akan terdampak secara langsung karena pemanfaatan dan konsumsi bahan bakar nabati di Indonesia sendiri cukup besar, sehingga kecil kemungkinan untuk diekspor. Dalam beberapa tahun terakhir ini, tidak ada produk biofuel dari Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

Kendati demikian, Ernest mengakui kebijakan tarif Trump yang diberlakukan kepada banyak negara di dunia, maka akan ada kemungkinan dampak lain perlu diperhatikan khususnya ancaman gempuran produk impor dari negara yang terkena imbas kebijakan Trump tersebut. Untuk itu Aprobi meminta pemerintah tetap memberikan jaminan perlindungan bagi industri dalam negeri.

"Kebijakan TKDN (red- Tingkat Komponen Dalam Negeri) merupakan instrumen penting bagi kemajuan industri dalam negeri seperti pemanfaatan sumber daya alam, peningkatan lapangan pekerjaan, serta yang terutama bagi negara adalah pengurangan ketergantungan impor,” jelas dia.

Ernest menjelaskan, industri biofuel merupakan industri strategis yang sangat penting bagi Indonesia dalam mencapai ketahanan energi sebagaimana Asta Cita Presiden Prabowo. Untuk itu, sangat penting bagi Pemerintah untuk benar-benar memperhatikan sektor industri biofuel dan bahkan memberikan perlindungan khusus bagi industri biofuel.
“Saat ini, kontribusi dan manfaat yang dihasilkan oleh industri biofuel ini sangat besar khususnya mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak yang sangat besar saat ini,” urai Ernest.

Merujuk data Kementerian ESDM, menetapkan total alokasi biodiesel sebesar 15,6 juta kl yang terdiri dari 7,55 juta kL untuk PSO dan 8,07 juta kl untuk non-PSO pada 2025. Manfaat dari program B40 adalah penghematan devisa sebesar US$ 9,33 miliar atau Rp 147,5 triliun, peningkatan nilai tambah CPO menjadi biodiesel sebesar Rp 20,90 triliun, penyerapan tenaga kerja lebih dari 14 ribu orang (off-farm) dan 1,95 juta orang (on-farm), dan pengurangan emisi sebesar 41,46 juta ton CO2e.

Program B40 juga berdampak positif kepada petani sawit. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pasar Produk Perkebunan Unggulan (Sipasbun), harga Tandan Buah Segar (TBS) terus meningkat.

Pada Januari 2025, harga TBS mencapai Rp2.606/kg, naik 36% dibandingkan Januari 2024 sebesar Rp1.911/kg. Sementara itu, harga TBS Februari 2025 tercatat Rp2.880/kg, meningkat 62% dari harga Februari 2024. pada level Rp1.775/kg.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada Rabu (2/4/2025) mengumumkan kebijakan tarif resiprokal kepada sejumlah negara termasuk Indonesia, yang efektif 3 hari setelah diumumkan.

Kebijakan Trump itu diterapkan secara bertahap, yaitu mulai dari pengenaan tarif umum 10 persen untuk seluruh negara terhitung sejak tanggal 5 April 2025, kemudian tarif khusus untuk sejumlah negara termasuk Indonesia mulai berlaku pada 9 April 2025 pukul 00.01 EDT (11.01 WIB). Dari kebijakan baru itu, Indonesia kena tarif resiprokal 32%  sementara Uni Eropa kena 20%.

Editor: Leonard

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia