Terkena Dampak Kebijakan Efisiensi, Okupansi Hotel di Malang Tergerus hingga 40%
MALANG, investor.id – Industri perhotelan di Kota Malang, Jawa Timur mulai merasakan dampak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Okupansi hotel di Malang turun drastis dari semula 80% menjadi 30-40%-an. Hal ini membuat hotel-hotel melakukan efisiensi antara lain dengan mengurangi jam kerja karyawan.
Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki mengatakan, penurunan okupansi hotel dirasakan sejak ditetapkannya kebijakan efesiensi anggaran oleh pemerintah pusat. Terlebih, dampak tersebut dirasakan oleh hotel-hotel yang memiliki fasilitas ruang pertemuan atau convention hall.
“Kebijakan efesiensi sangat terasa, lebih-lebih di hotel konvension, hotel yang menyediakan tempat untuk meeting,” kata Agoes, saat dikonfirmasi Kamis (17/4/2025).
Agus mengatakan, penurunan okupansi hunian hotel cukup besar, yakni dari yang awalnya 80 persen kini merosot hanya tersisa 30 hingga 40%.
“Kemarin sempat tertolong momen libur Lebaran, awal bulan April sampai dengan tanggal 6 masih ramai, beberapa hotel penuh. Saat ini kembali menurun lagi,” katanya.
Bahkan, penurunan okupansi juga berdampak pada nasib karyawan hotel. Dikatakan Agoes, 1 hotel di Kota Malang telah memberlakukan kebijakan unpaid leave atau pengurangan jam kerja.
Jika trend okupansi terus merosot, Agoes menyebut, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) juga berpotensi terjadi di industri perhotelan Kota Malang.
“PHK Memang belum terasa. Tetapi potensi itu ada. Sekarang ini, mulai April sudah ada satu hotel yang sudah mengurangi jam dan jumlah pekerjanya. Misalnya dia harus kerja seminggu tetapi cuman 5 hari, 4 hari. Gajinya juga dikurangi. Tapi itu untuk tenaga kerja yang sifatnya casual, daily worker. Bukan untuk tenaga tetap,” bebernya.
Dalam hal ini, ia berharap pemerintah daerah hadir untuk membangkitkan potensi yang ada. Termasuk dengan menyediakan event-event untuk menarik wisatawan berkunjung ke Kota Malang.
“Kami juga sebenarnya ada komunitas pariwisata yang tergabung dalam hal promosi bersama Pemkot Malang. Cuma memang program-programnya belum maksimal, jadi harus dipertajam. Sehingga bisa betul-betul berfungsi sebagai media promosi. Tapi memang kami harus lebih kreatif, tidak hanya mengandalkan kegiatan pemerintah,” pungkasnya.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



