Jumat, 15 Mei 2026

Terkena Dampak Kebijakan Efisiensi, Okupansi Hotel di Malang Tergerus hingga 40%

Penulis : Putu Ayu Pratama Sugiyo
17 Apr 2025 | 11:30 WIB
BAGIKAN
Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki
Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki

MALANG, investor.id – Industri perhotelan di Kota Malang, Jawa Timur mulai merasakan dampak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Okupansi hotel di Malang turun drastis dari semula 80% menjadi 30-40%-an. Hal ini membuat hotel-hotel melakukan efisiensi antara lain dengan mengurangi jam kerja karyawan.

Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki mengatakan, penurunan okupansi hotel dirasakan sejak ditetapkannya kebijakan efesiensi anggaran oleh pemerintah pusat. Terlebih, dampak tersebut dirasakan oleh hotel-hotel yang memiliki fasilitas ruang pertemuan atau convention hall.

“Kebijakan efesiensi sangat terasa, lebih-lebih di hotel konvension, hotel yang menyediakan tempat untuk meeting,” kata Agoes, saat dikonfirmasi Kamis (17/4/2025).

ADVERTISEMENT

Agus mengatakan, penurunan okupansi hunian hotel cukup besar, yakni dari yang awalnya 80 persen kini merosot hanya tersisa 30 hingga 40%.

“Kemarin sempat tertolong momen libur Lebaran, awal bulan April sampai dengan tanggal 6 masih ramai, beberapa hotel penuh. Saat ini kembali menurun lagi,” katanya.

Bahkan, penurunan okupansi juga berdampak pada nasib karyawan hotel. Dikatakan Agoes, 1 hotel di Kota Malang telah memberlakukan kebijakan unpaid leave atau pengurangan jam kerja. 

Jika trend okupansi terus merosot, Agoes menyebut, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) juga berpotensi terjadi di industri perhotelan Kota Malang.

“PHK Memang belum terasa. Tetapi potensi itu ada. Sekarang ini, mulai April sudah ada satu hotel yang sudah mengurangi jam dan jumlah pekerjanya. Misalnya dia harus kerja seminggu tetapi cuman 5 hari, 4 hari. Gajinya juga dikurangi. Tapi itu untuk tenaga kerja yang sifatnya casual, daily worker. Bukan untuk tenaga tetap,” bebernya.

Dalam hal ini, ia berharap pemerintah daerah hadir untuk membangkitkan potensi yang ada. Termasuk dengan menyediakan event-event untuk menarik wisatawan berkunjung ke Kota Malang.

“Kami juga sebenarnya ada komunitas pariwisata yang tergabung dalam hal promosi bersama Pemkot Malang. Cuma memang program-programnya belum maksimal, jadi harus dipertajam. Sehingga bisa betul-betul berfungsi sebagai media promosi. Tapi memang kami harus lebih kreatif, tidak hanya mengandalkan kegiatan pemerintah,” pungkasnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia