DPRD Minta Pemkot Malang Respons Penurunan Okupansi Hotel
MALANG, investor.id - DPRD mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk merespons keluhan Perhimpunan Hotel dan Resto Indonesia (PHRI) setempat, terkait merosotnya okupansi hotel imbas kebijakan efesiensi anggaran. Di antaranya dengan memperkuat promosi wisata di Kota Malang.
Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji, mengatakan, pemerintah daerah selaku eksekutif wajib hadir di tengah-tengah merosotnya okupansi hotel di Kota Malang.
Terlebih, sejauh ini setoran pajak hunian hotel dan restoran di Kota Malang sudah mencapai angka yang fantastis. Angka tersebut juga menjadi salah satu penyumbang APBD yang cukup besar.
“Pemkot Malang harus hadir, karena teman-teman PHRI kan sudah memberikan kontribusi yang luar biasa. Ada Rp219 miliar dari pajak hotel dan resto, ini kan sudah konkret untuk sumbangsih membangun Kota Malang,” ujar Bayu, Kamis (17/4/2025).
Tak dipungkiri, imbas kebijakan efesiensi anggaran langsung berdampak pada hotel-hotel yang menggantungkan pendapatannya melalui agenda pemerintahan.
Di sisi lain, legislatif juga mendorong Pemkot Malang agar memperkuat promosi wisata, upaya tersebut diharapkan dapat mendatangkan wisatawan ke Kota Malang.
“Efesiensi kan hanya di pemerintahan, ada sektor-sektor swasta yang mungkin bisa lebih dioptimalkan. Karena Malang Raya, termasuk Kota Malang ini adalah destinasi wisata. Terlebih hotel-hotel kan lebih banyak ada di Kota Malang dibandingkan Kabupaten Malang maupun Batu,” ujarnya.
Bayu mengatakan, dorongan promosi wisata dapat berbentuk anggaran promosi melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) untuk menarik minat wisatawan datang ke Kota Malang.
“Melalui dinas terkait khususnya Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disporapar) Kota Malang bisa memberikan support dalam bentuk anggaran promosi yang diharapkan oleh PHRI untuk menambal okupansi yang selama ini berasal dari kegiatan pemerintah,” sambungnya.
Di samping itu, Bayu juga mengingatkan Pemkot Malang untuk melakukan perawatan tempat-tempat wisata yang menjadi ikon agar kembali menarik minat wisatawan untuk berkunjung.
“Seperti misal wisata Kampung Warna-warni, itu bisa dilakukan perawatan agar lebih menarik minat wisatawan untuk berlibur,” pungkasnya.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


