Hadapi Kebijakan Efisiensi, el Hotel Terapkan Pricing Strategy
YOGYAKARTA, investor.id – Industri perhotelan di Yogyakarta mulai merasakan dampak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Kebijakan efisiensi anggaran yang mulai berlaku sejak awal tahun 2025 tak sebatas untuk pemerintah pusat, pemerintah daerah pun turut menerapkannya.
General Manager éL Hotel Yogyakarta – Malioboro, Yunita Wulandari mengatakan, kebijakan efisiensi tersebut berpengaruh terhadap pendapatan hotel pada semester pertama tahun 2025. Menurutnya, selama periode ini pendapatan el Hotel Yogyakarta-Malioboro turun tajam dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
“Terjadi penurunan pendapatan sebesar 20 hingga 30%. Penurunan ini terlihat dari tingkat hunian kamar, rata-rata harga kamar, serta total pendapatan secara keseluruhan,” ujarnya pada Jumat (18/4/25).
Yunita menambahkan, tingkat hunian atau okupansi hotel dalam tiga bulan terakhir hanya mencapai rata-rata 60%. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata sebelumnya yang mencapai 78%. Ia menyebutkan bahwa segmen pasar yang paling berkurang berasal dari kalangan instansi pemerintah.
“Pangsa pasar dari kegiatan pemerintah sangat berkurang. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami yang selama ini cukup mengandalkan sektor tersebut,” jelasnya.
Menghadapi kondisi tersebut, pihak hotel melakukan berbagai strategi untuk tetap bertahan dan menjaga stabilitas bisnis. Langkah utama yang dilakukan adalah menyusun strategi harga (pricing strategy) yang lebih cermat dan menyesuaikan dengan kondisi pasar saat ini.
Selain itu, éL Hotel juga mulai mengalihkan fokus untuk menjaring segmen pasar baru di luar lingkup pemerintahan.
“Kami terus berinovasi dan agresif melakukan promosi, baik secara online melalui media sosial dan platform digital, maupun offline dengan menghadiri pameran dan kegiatan komunitas,” imbuh Yunita.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



