Jumat, 15 Mei 2026

MIND ID & Danantara Cari Mitra Garap Proyek Hilirisasi US$ 14,3 Miliar

Penulis : Prisma Ardianto
22 Apr 2025 | 18:48 WIB
BAGIKAN
Untuk mengurangi ketergantungan pada impor, MIND ID berencana meningkatkan kapasitas smelter aluminium di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, serta membangun fasilitas produksi alumunium baru di Mempawah, Kalimantan Barat. (Foto Dok MIND ID)
Untuk mengurangi ketergantungan pada impor, MIND ID berencana meningkatkan kapasitas smelter aluminium di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, serta membangun fasilitas produksi alumunium baru di Mempawah, Kalimantan Barat. (Foto Dok MIND ID)

JAKARTA, investor.id – BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID merancang proyek hilirisasi senilai US$ 14,3 miliar. Dalam hal ini, MIND ID menggandeng Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) untuk mencari mitra yang berkenan bergabung dalam proyek itu,

Berdasarkan keterangan resmi MIND ID pada Selasa (22/4/2025), nilai investasi proyek hilirisasi yang dimaksud terdiri dari Smelter Grade Alumina Refinery Fase 2 di Memawah, Ekspansi Aluminium Smelter di Mempawah, Industri Smelter Copper di Gresik dan EV Battery Ecosystem di Halmahera.

Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID, Dilo Seno Widagdo mengungkapkan, MIND ID memiliki sejumlah rencana investasi jangka panjang yang sangat efektif untuk memberi dampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih kuat. Melalui rencana itu pula MIND ID mendorong aliran investasi ke sektor hilirisasi mineral dan batu bara di dalam negeri.

ADVERTISEMENT

Sementara Danantara sebagai sovereign wealth fund (SWF) Indonesia berperan krusial untuk mendorong proyek-proyek unggulan, khususnya di sektor industri manufaktur berbasis sumber daya alam.

“Kami meyakini, melalui Danantara, proyek-proyek strategis ini dapat menemukan mitra yang tepat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas,” ungkap Dilo.

Dia menuturkan bahwa sektor mineral dan batu bara Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Sebagai gambaran, MIND ID sebagai pengelola komoditas strategis nasional memiliki posisi kuat di sektor hulu, telah memaksimalkan nilai tambah mineral batu bara, hingga mengurangi ketergantungan terhadap ekspor mineral mentah.

Di sisi mid-stream, Grup MIND ID juga telah menghasilkan berbagai produk mineral seperti aluminium, tembaga, emas, hingga timah yang sesuai dengan kebutuhan industri global, terutama untuk sektor kendaraan listrik dan transisi energi.

Meski begitu, MIND ID juga menyadari bahwa dibutuhkan peningkatan kapasitas produksi lebih lanjut guna menjawab permintaan domestik dan internasional yang terus meningkat. Maka, dibutuhkan pula upaya integrasi rantai pasok di sektor industri dalam negeri, yang dalam hal ini akan dilakukan dengan bersama calon mitra.

Modal Kuat, Tapi Masih Butuh Mitra

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia