Jumat, 15 Mei 2026

Dampak Efisiensi, PHRI Bogor Sebut Ada 3-4 Hotel Lainnya Bakal Senasib Hotel Sahira

Penulis : Heru Yustanto
23 Apr 2025 | 14:02 WIB
BAGIKAN
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kota Bogor Yuno Abeta Lahay
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kota Bogor Yuno Abeta Lahay

BOGOR, investor.id – Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah berdampak langsung terhadap okupansi hotel, terutama yang mengandalkan pendapatan dari kegiatan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Dua hotel di Bogor telah tutup, dan dua lagi diperkirakan mengalami nasib serupa.

Humas Hotel Sahira Citra Wulandari Yunisha mengungkapkan, dua hotel yang menutup operasionalnya adalah Hotel Sahira Paledang dan Sahira Ciheuleut. Penutupan dilakukan pada akhir Maret lalu yang merupakan dampak terus merosotnya hunian.

"Jadi kita menutup operasional dua unit hotel, Paledang dan Pakuan pada akhir bulan lalu. Memang untuk penutupan sudah dipikirkan secara matang, coba cari solusi tapi tidak berjalan karena dampak efisiensi," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Wulan mengakui bisnis hotel yang dikelolanya memang menyasar pada pasar MICE dengan okupansi 70% di antarnya mengandalkan rapat-rapat pemerintah.

"Untuk hotel kita segmentasi marketnya kan MICE. Salah satunya government, karena mendominasi sampai 70% okupansi," tambahnya. 

Sementara itu Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kota Bogor Yuno Abeta Lahay mengungkapkan, selain dua hotel yang sudah tutup terdapat tiga sampai empat hotel lagi yang mempertimbangkan opsi tersebut.

"Ada tiga sampai empat yang sudah berkonsultasi kepada kami. Mempertimbangkan opsi itu, tetapi mereka masih bingung karena untuk buka lagi kan juga butuh persiapan. Mereka masih mempertimbangkan jika ada kebijakan baru,” ungkapnya.

Yuno mengakui tingkat keterisian hotel di Bogor saat ini terus menunjukan grafik penurunan jika dibanding dengan tahun 2023 maupun 2024 lalu. 

"Okupansi pada Januari-Februari tahun ini turun 10-20%. Maret naik menjadi 28,9%, tetapi pada April ini juga sudah mulai kebaca besarannya," tambah Yuno.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 16 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia