Kamis, 14 Mei 2026

Adopsi AI Sektor Tambang Butuh Dukungan Kebijakan Pemerintah

Penulis : Bambang Ismoyo
24 Apr 2025 | 18:15 WIB
BAGIKAN
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Investasi, Eka Satria dalam acara Indonesia AI Day for Mining Industry di Kempinski Hotel, Jakarta, Kamis (24/4/2025). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Investasi, Eka Satria dalam acara Indonesia AI Day for Mining Industry di Kempinski Hotel, Jakarta, Kamis (24/4/2025). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memandang bahwa penggunaan teknologi artificial intelligence (AI) di sektor pertambangan akan memacu program hilirisasi. Oleh karena itu, pelaku usaha berharap pemerintah bisa menggulirkan kebijakan untuk mendukung percepatan adopsi AI di sektor pertambangan.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Investasi, Eka Satria menjelaskan, perusahaan yang melakukan adaptasi teknologi AI telah terbukti kinerja operasionalnya lebih efisien.

“Kenapa kita percaya dengan digitalisasi dan AI? Akan tercipta efisiensi, tapi juga transparansi. Tentunya AI dan digitalisasi adalah salah satu kuncinya mencapai Indonesia Emas,” ungkap Eka dalam acara Indonesia AI Day for Mining Industry di Kempinski Hotel, Jakarta, Kamis (24/4/2025).

ADVERTISEMENT

Namun sayangnya, implementasi teknologi digital di sektor tambang masih terdapat tantangan berupa infrastruktur yang belum memadai. Eka menyebut perlu adanya kerjasama seluruh pemangku kepentingan, baik dari sisi pemerintah maupun pelaku usaha.

Salah satu contoh implementasi teknologi di industri pertambangan adalah 5G Mining, yakni konsep kegiatan tambang untuk meningkatkan efisiensi hingga produktivitas melalui berbagai aplikasi seperti kendali jarak jauh, pemantauan secara real-time, dan otomatisasi.

“Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta berperan. Pemerintah tentunya bisa membantu mengenai policy yang menarik, dan kami dari private sector tentunya bisa menyediakan teknologi solusi,” beber Eka.

Ia mengungkapkan, industri pertambangan merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia. Sektor ini mampu memberikan kontribusi besar dalam pertumbuhan perekonomian nasional.

Sebagai contoh, ekspor dari hasil hilirisasi komoditas nikel telah memberikan nilai tambah sebesar US$ 40 miliar dan ditargetkan meningkat dua kali lipat pada 2040. Oleh karena itu, industri tersebut mesti didorong penuh untuk adaptasi terhadap tantangan perkembangan teknologi, supaya perannya terhadap perekonomian juga optimal,

“Industri ini menjadi pendorong pertumbuhan Indonesia saat ini. Kalau kita lihat statistiknya, sekarang hampir US$ 40 miliar, dan di 2040 diharapkan menjadi US$ 81 miliar,” pungkas Eka.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 60 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia