Kamis, 14 Mei 2026

Usung Teknologi AI, Indosat (ISAT) Bidik Sektor Pertambangan

Penulis : Emanuel Kure
24 Apr 2025 | 19:31 WIB
BAGIKAN

Director & Chief Business Officer Indosat Muhammad Danny Buldansyah dalam acara Indonesia AI Day for Mining Industry di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Kamis (24/4/2025). ( Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)
Director & Chief Business Officer Indosat Muhammad Danny Buldansyah dalam acara Indonesia AI Day for Mining Industry di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Kamis (24/4/2025). ( Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA,investor.id-PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menawarkan sejumlah portofolio bisnis teknologi artificial intelligence (AI) untuk industri pertambangan (minning industry).

Dengan mengadopsi teknologi AI, sektor pertambangan diyakini mampu membuka lebih banyak peluang untuk meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, terutama dikontribusi dari sektor pertambangan.

Menyitir data dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), kontribusi sektor pertambangan ditaksir dapat mencapai US$ 300 miliar (sekitar Rp 4,800 triliun, dengan asumsi kurs US$1 = Rp 16.000) dengan kontribusi hampir 17% dari PDB nasional. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan kontribusi pertambangan terhadap PDB nasional yang sebesar 10,5% pada 2023.

ADVERTISEMENT

“Ini bukan sekadar mimpi. Dengan AI sebagai intinya, ini adalah cetak biru untuk percepatan nasional. Di Indosat, kami tidak hanya mengadopsi AI. Tetapi, inovasi AI di Indonesia dapat membantu Indonesia bergerak dari pertumbuhan PDB 5% menjadi 8%,” kata President Director and CEO Indosat Vikram Sinha dalam acara Indonesia AI Day for Minning Industry di Jakarta, Kamis (24/4/2025).

Director & Chief Business Officer Indosat Muhammad Danny Buldansyah menambahkan, sebagai perusahaan yang memiliki fokus di AI, pihaknya menawarkan fasilitas terbaik bagi perusahaan-perusahaan tambang.

Dari sisi infastruktur, Indosat memiliki portofolio solusi yang lengkap, mulai dari jaringan (network), full AI stack, GPU, high power computing, storage, dan sebagainya. Namun, meski memiliki portofolio yang lengkap, Indosat juga berkomitmen terhadap keamanan.

“Kita berada di sana (perusahaan tambang) untuk memastikan perusahaan berjalan secara aman, menjadi lebih baik dalam menjaga keselamatan, serta memastikan bahwa lingkungan keselamatan bisa diimplementasikan menurut kebijakan dan alur kerja perusahaan,” jelas Danny.

Sedangkan, dari sisi produksi, Indosat memastikan untuk dapat meningkatkan produksi perusahaan, dengan menyematkan sensor-sensor AI untuk memantau secara real time dan memastikan secara langsung proses produksinya.

“Itu menyelamatkan cost, menyelamatkan waktu, menyelamatkan produksi, dan sebagainya. Itu adalah bagaimana untuk meningkatkan produktivitas perusahaan,” tambah Danny.

Danny juga menuturkan, pihaknya sedang menjajaki kerja sama dengan beberapa perusahaan yang bergerak di sektor tersebut, seperti PT Pama Persada Nusantara (PAMA), PT Amman Mineral International Tbk (AMMAN), Vale, Freeport, hingga Imip dan Iwip.

“Tentunya ini di sektor minning yah, itu kita sudah ngomong sama AMMAN, PAMA, Imip, Iwip, banyak sekali, dengan Vale, dengan Freeport, udah penjajakan semua. Makanya kita lakukan event ini, untuk mensosialisasikan bahwa, eh ada kita lho sekarang,” terang Danny.

Namun, ketika disinggung soal tantangan infrastruktur di kawasan tambang, dia meyakini bahwa hal itu tidak menjadi persoalan yang serius. Karena, ketika membangun pertambangan di suatu kawasan atau wilayah, mereka sudah membangun infstrukturnya terlebih dahulu.

Gini, kalau saya melihatnya, kalau bisa mereka melakukan penambangan, kan penambangan itu butuh alat-alat berat, artinya pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan data ini pastinya enggak sulit. Bisa dilakukan, bukannya tidak mungkin. Orang bawa alat-alat berat saja mungkin kok, kenapa enggak (infrastruktur telekomunikasi),” tandas Danny.

Editor: Emanuel

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 11 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 28 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 58 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia