Layanan Cloud Nusantara Memperkuat Kedaulatan Digital Indonesia
JAKARTA, investor.id – ION Network meluncurkan layanan cloud karya anak bangsa guna memperkuat kedaulatan digital di Indonesia. Mengusung nama Cloud Nusantara, layanan ini menjadi momentum untuk memperkuat kedaulatan digital di Indonesia dan telah dilengkapi infrastruktur dalam negeri, tenaga ahli lokal, serta mematuhi regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
ION Network, yang berada dalam 10 besar penyedia jaringan nasional versi Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL), memperluas perannya dengan menghadirkan solusi cloud computing berbasis dalam negeri. Melalui ION Cloud, perusahaan ini ingin menjawab kebutuhan layanan cloud yang terjangkau, fleksibel, dan berkualitas, mulai dari segmen UMKM, startup, pelajar, profesional IT, hingga korporasi besar.
Chief Marketing Officer (CMO) ION Network, Ricky Simanjuntak mengungkapkan bahwa Cloud Nusantara lahir dari semangat untuk memberikan akses digital yang merata bagi semua kalangan. Ia juga menegaskan bahwa misi yang dibawanya bukan sekadar bersaing dengan pemain asing, tetapi hadir untuk memberikan pilihan lokal yang dapat diandalkan.
“Yang membedakan Cloud Nusantara dari layanan cloud lain adalah, jika pemain besar luar negeri cenderung menyasar korporasi, ION Network ingin menjangkau semua kalangan mulai dari pelaku UMKM dan startup, pelajar, mahasiswa, profesional IT, software house, hingga perusahaan skala besar, bahkan komunitas hobi digital. Kami ingin semua kalangan masyarakat bisa pakai. Harganya terjangkau, kualitasnya bisa diadu. Ini bukan soal bersaing dengan asing, tapi soal hadir untuk bangsa sendiri,” ujarnya.
Ketua Umum APJATEL Jerry Siregar turut menyoroti pentingnya membangun infrastruktur digital nasional yang kuat. Mengingat baru 30-40% wilayah Indonesia yang terjangkau jaringan fiber optic, kehadiran ION Cloud menjadi makin krusial untuk mempercepat pemerataan digitalisasi, terlebih dalam mencapai target konektivitas nasional pada 2029.
Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) Soegiharto Santoso, cloud telah menjadi bagian integral dari sistem digital di berbagai sektor, seperti keuangan, pendidikan, hingga pemerintahan.
Membangun cloud karya bangsa sendiri, kata Sooegiharto, adalah langkah strategis guna mengurangi ketergantungan terhadap sistem asing, sekaligus meningkatkan efisiensi ekonomi nasional
“Kini saatnya pemerintah mendukung lebih banyak data center lokal agar data masyarakat Indonesia tetap terjaga di dalam negeri. Cloud Nusantara bisa menjadi pionir dalam membangun industri cloud lokal,” tambahnya.
Di sisi lain, Pakar IT Indonesia Onno W. Purbo menggarisbawahi pentingnya pengembangan talenta digital. Menurut ia, kebutuhan akan tenaga ahli cloud terus meningkat, membuka peluang besar bagi generasi muda Indonesia untuk mengambil bagian dalam revolusi industri digital.
Onno, yang juga Rektor Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS), mendorong institusi-institusi pendidikan untuk mengadopsi lebih banyak program pelatihan berbasis open course agar lebih banyak masyarakat bisa terlibat dan berkontribusi di sektor teknologi.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

