Jumat, 15 Mei 2026

Kuartal I-2025, MPMX Berhasil Raih Pendapatan Rp 3,9 Triliun

Penulis : Imam Suhartadi
3 Mei 2025 | 07:58 WIB
BAGIKAN
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX). (Foto: Perseroan)
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer otomotif dan transportasi terkemuka di Indonesia yang berfokus pada beberapa segmen  bisnis termasuk distribusi dan ritel sepeda motor, asuransi umum, transportasi, dan  pembiayaan, telah merilis laporan keuangan tidak diaudit untuk kuartal I tahun 2025. 

MPMX membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 3,9 triliun sepanjang Kuartal I -2025, meningkat secara moderat sebesar 3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,  didukung oleh kinerja positif dari segmen distribusi dan ritel. 

Sejalan dengan itu, laba kotor MPMX juga mengalami peningkatan sebesar 2% YoY menjadi Rp 354 miliar. Namun demikian, laba  operasional tercatat menurun sebesar 7% YoY menjadi Rp 170 miliar, yang disebabkan oleh  kenaikan beban operasional.

ADVERTISEMENT

Akibatnya, laba bersih konsolidasI MPMX turun sebesar 7% YoY  menjadi Rp 154 miliar, yang terutama dipengaruhi oleh tantangan pasar yang dihadapi oleh segmen asuransi dan transportasi. 

Beatrice Kartika, Group CFO MPMX mengatakan, di tengah tekanan makroekonomi dan dinamika pasar pada kuartal pertama 2025, MPMX  tetap mampu menjaga fundamental keuangan yang sehat.

“Peningkatan margin laba kotor  mencerminkan efektivitas strategi efisiensi yang kami jalankan, meskipun secara pendapatan  kami sedikit mengalami tekanan dibandingkan tahun lalu. Kami akan terus fokus dalam memperkuat pengelolaan biaya, menjaga likuiditas, serta memastikan setiap lini bisnis  berkontribusi secara optimal terhadap kinerja MPMX ke depan. Dengan langkah-langkah  strategis yang terus dilakukan, MPMX tetap optimis dalam menghadapi tantangan pasar di  kuartal-kuartal berikutnya,” kata Beatrice dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (3/5/2025).

Kinerja MPMX Kuartal I 2025 ini dipengaruhi oleh beberapa tantangan eksternal seperti penurunan  kinerja pasar sepeda motor nasional yang memberikan tekanan pada segmen distribusi.

Selain itu, segmen asuransi juga terpengaruh oleh penurunan kontribusi dari produk  kendaraan bermotor, sementara segmen transportasi menghadapi penurunan akibat  penghentian kontrak dan proyek yang selesai dan turunnya margin penjualan mobil bekas.

Entitas anak dan asosiasi menunjukkan hasil yang bervariasi dalam menghadapi dinamika  eksternal yang penuh tantangan tersebut. Berikut adalah ringkasan kinerja masing-masing  entitas anak pada kuartal pertama 2025. 

Pada segmen bisnis distribusi dan ritel kendaraan roda dua, pendapatan MPMX tumbuh sebesar 3%  YoY menjadi Rp 3,9 triliun selama Kuartal I 2025 didorong oleh pendapatan penjualan sepeda motor serta segmen purnajual.

Kinerja MPMulia cukup stabil dengan mencatat  pertumbuhan sebesar 2% yang didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata, di tengah  penurunan penjualan sepeda motor nasional sebesar 3%YoY selama Kuartal I 2025.  Sementara itu MPM Motor tumbuh sebesar 7% YoY, didukung oleh volume penjualan yang  stabil serta kenaikan harga jual rata-rata.  

Pada segmen purnajual, pendapatan distributor meningkat sebesar 3% YoY, sedangkan  pendapatan ritel tumbuh sebesar 34% YoY, didorong oleh peningkatan pendapatan dari  penjualan suku cadang dan layanan servis. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba kotor naik sebesar 3% YoY menjadi Rp316 miliar, dengan margin laba kotor yang tetap relatif  stabil. 

Segmen bisnis asuransi MPM Insurance menghadapi tantangan di kuartal I 2025 ini dengan  mencatat penurunan pada pendapatan premi bersih sebesar 6% YoY menjadi Rp67 miliar,  terpengaruh oleh kinerja sektor leasing untuk produk kendaraan bermotor yang lebih lemah. 

Sementara itu, produk properti tetap relatif stabil, dan kontribusi dari produk lainnya, terutama  produk rekayasa, masih menunjukkan pertumbuhan yang keduanya mendapatkan manfaat  dari sinergi yang ada di seluruh grup.  

Di bisnis penyewaan kendaraan, MPM Rent mengalami pertumbuhan pendapatan sebesar 5%  YoY berkat segmen penjualan mobil bekas melalui AUKSI yang tercatat meningkat sebesar  11% YoY, terutama didorong oleh kendaraan komersial, meskipun margin tercatat lebih  rendah 11% YoY. 

Sementara kombinasi pendapatan dari sewa kendaraan dan pengemudi  mengalami penurunan 0,1% YoY disebabkan adanya efisiensi biaya dari beberapa sektor  industri. Kontraksi margin di semua lini bisnis menyebabkan penurunan laba kotor sebesar  14% YoY. 

Di bisnis jasa keuangan, Jaccs MPM Finance Indonesia (JMFI) pendapatan bersih Kuartal I  2025 tercatat turun sebesar 21% YoY, terutama disebabkan oleh penghentian pembiayaan  mobil dan pembiayaan korporasi. Namun, inisiatif peningkatan kualitas aset dan efisiensi  biaya berhasil mengurangi kerugian bersih sebesar 6% YoY. 

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 54 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia