Jumat, 15 Mei 2026

PHK Massal Karyawan TV karena Pemerintah Kurang Lindungi Industri Media Massa

Penulis : Zhulfakar
8 Mei 2025 | 19:36 WIB
BAGIKAN
Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahardiansah
Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahardiansah

JAKARTA, investor.id - Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahardiansah, menilai maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di industri media merupakan dampak dari lemahnya kebijakan pemerintah dalam melindungi sektor strategis tersebut.

Padahal menurutnya, kontribusi industri media terhadap pembangunan bangsa sudah berlangsung lama. Namun, perhatian pemerintah dalam melindungi dunia pertelevisian termasuk jurnalisnya belum sepadan. 

“Industri televisi ini kan sebenarnya sudah lama berkontribusi terhadap negara ini termasuk dalam kontribusi pembangunan bangsa dan segala infrastruktur seperti demokrasi dan politik,” ujarnya, Kamis (8/5/2025).

ADVERTISEMENT

Trubus menilai selama ini pemerintah cenderung abai terhadap keberlangsungan industri media. Utamanya soal perlindungan ekosistem bisnis media.

Menurut Trubus, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) seharusnya berperan aktif untuk merancang strategis dalam membuat kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri media. Sayangnya, industri media justru dibiarkan hidup hanya dari pendapatan iklan yang kini semakin tersaingi oleh platform digital. 

“Padahal kita ada Komdigi yang harusnya memberi kebijakan luas. Jadi menurut saya lebih banyak ke persoalan kebijakan pemerintah yang tidak mendukung sepenuhnya bagaimana dunia televisi itu tumbuh, kembang pesat. Karena mereka dibiarkan dalam posisi hidupnya itu dari iklan,” ungkapnya.

Trubus menyarankan agar pemerintah mengatur alur iklan digital agar tidak menggerus pendapatan media konvensional, serta memberikan insentif fiskal.

“Harusnya pemerintah itu memberi perlindungan kalau semua iklan itu harusnya melalui televisi. Jangan iklan melalui YouTube, melalui media sosial lain, ada TikTok, dan sebagainya,” katanya. 

Selain itu, lanjut Trubus, pemerintah dapat mengurangi atau membebaskan pajak, karena selama ini pemerintah mengutip pajak dari industri televisi swasta cukup tinggi.

Trubus menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menyelamatkan industri media dari krisis berkepanjangan dan menjaga keberlangsungan profesi jurnalis sebagai bagian penting demokrasi.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 9 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 47 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 51 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia