Jumat, 15 Mei 2026

IJTI Minta Pemerintah Perhatikan Kesetaraan Regulasi Media Konvensional dan Digital

Penulis : Bambang Ismoyo
14 Mei 2025 | 17:28 WIB
BAGIKAN
Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Herik Kurniawan
Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Herik Kurniawan

JAKARTA, investor.id – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) meminta pemerintah mengambil sikap terkair fenomena kinerja industri media di Tanah Air yang merosot. Hal ini mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) marak terjadi di industri media.

Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan mengungkapkan, kinerja industri media sebenarnya sudah mulai terlihat sejak beberapa tahun lalu. Hal ini terlihat dari media cetak yang sudah mulai berguguran, dan kemudian kini diikuti oleh media elektronik, seperti media televisi dan radio, serta media online.

Puncaknya, Herik menyebut ada sebuah perusahaan media raksasa yang notabene cukup kuat, namun pada akhirnya sudah mulai terlihat melemah seiring berjalannya waktu.

ADVERTISEMENT

"Memang situasinya bukan hal yang pertama terjadi dalam konteks perkembangan media massa. Cuma ini sekarang terjadi pada penyiaran. Itu adalah fakta yang saat ini betul sedang terjadi," beber Herik di Kantor Sekretariat IJTI, Jakarta, Rabu (14/5/2025).

Menurutnya, penurunan kinerja industri media khususnya televisi, disebabkan perubahan pola atau minat masyarakat dalam mengakses tayangan di platform digital termasuk media sosial, seperti YouTube, Instagram, TikTok dan lain sebagainya. Untuk dapat bersaing dengan perkembangan zaman, industri televisi perlu mengubah model bisnis. 

Herik mengatakan, dari produk yang dihasilkan, media mainstream jauh lebih baik daripada media sosial. Hal ini lantaran produk media mainstream telah melalui berbagai tahapan dan mengacu aturan penyiaran sehingga produk tersebut dapat dengan aman dikonsumsi masyarakat.

Sebagai contoh, media mainstream memegang teguh berbagai aturan seperti kode etik, pemilihan narasumber yang relevan, hingga mengadopsi produk jurnalistik yang menganut cover both side. Hal ini berbanding terbalik dengan media sosial yang justru kontrolnya sangat kurang.

Herik juga menyoroti perihal Undang-Undang Penyiaran yang tengah digodok. Saat ini, UU Nomor 32 Tahun 2002 telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) dan diharapkan segera selesai.

Diketahui, salah satu fokus utama revisi UU Penyiaran adalah menciptakan keseimbangan antara media konvensional dan platform digital. 

Sejumlah pihak menyoroti, adanya ketidakseimbangan, yakni televisi harus menanggung biaya produksi besar dan menghadapi regulasi ketat, sementara platform digital beroperasi dengan aturan yang lebih longgar.

Herik pun mendorong, regulasi harus mampu mengantisipasi perkembangan industri media dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah harus mencermati hal itu, karena pemerintah memiliki kekuatan.

"Jadi dalam konteks ini, bukan hanya melindungi bisnis, tapi melindungi ideologi juga. Ya, karena jurnalistik yang jelas-jelas-jelas fungsi mendidik, menghibur, menginformasi dan mengkritik itu harus dipertahankan," pungkasnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 25 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia