Bos MIND ID Ungkap Masa Depan Komoditas Timah
JAKARTA, investor.id – Manfaat komoditas timah yang begitu krusial bagi berbagai industri mulai dari elektronik, kimia, kaca sampai industri-industri besar lainnya membuat logam ringan yang diproduksi PT Timah Tbk (TINS) tersebut menjadi mineral kritis sekaligus strategis.
Bos BUMN Holding Industi Pertambangan atau MIND ID Maroef Sjamsoeddin menyebut, pasar timah akan terus meningkat ke depan karena sampai saat ini belum ada komoditas lain yang dapat menggantikan timah.
“Karena itu, kebutuhan pasar terhadap timah akan terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama komisi VI DPR RI, Rabu (14/5/2025).
Sayangnya, di tengah prospek cerah komoditas timah tersebut, Indonesia sebagai negara produsen timah terbesar ketiga di dunia setelah Peru dan China, produksinya justru menurun.
Pada 2023, produksi timah Indonesia mencapai 65.000 ton (17,5%) dari pasokan timah di pasar global. Kemudian pada 2024, produksi timah Indonesia menyusut menjadi 45.000 ton atau 12% dari pasokan timah dunia.
Padahal, jika melihat wilayah izin usaha pertambangan (IUP) yang berada di lingkup PT Timah Tbk, TINS mempunyai IUP darat seluas 288.638 hektar dan IUP laut seluas 184.672 hektar. Namun, PT Timah hanya mampu memproduksi sebanyak 25%, sedangkan produksi swasta mencapai 75%.
Baca Juga:
PT Timah (TINS) Kejar Dua Target BesarMenurut Maroef, penurunan produksi timah tersebut disebabkan oleh banyak faktor di antaranya penambangan ilegal (illegal mining) dan perdagangan ilegal (illegal trading/commerce).
“Jadi kalau kita lihat besaran luasan, justru lebih besar yang dihasilkan swasta daripada PT Timah. Ini pasti tidak luput dari hal-hal yang antara lain tata kelola yang belum berjalan dengan baik,” ungkap dia.
Akibat merosotnya produksi timah RI tersebut, Maroef menuturkan, harga timah global mengalami kenaikan dari harga rata-rata US$ 26.583 per ton pada 2023, menjadi 31.164 ribu per ton pada 2024.
“Hal tersebut membuktikan pengaruh pasokan timah Indonesia terhadap pasar global,” Maroef menambahkan.
Baca Juga:
Danantara Bakal Benahi Timah (TINS)Bahkan, jika menilik pergerakan harga timah di pasar global saat ini sebagaimana mengutip Trading Economics, harga timah dibanderol sebesar US$ 32.574 per ton atau menguat US$ 689 (2,16%) secara harian dan naik 3,91% dalam sebulan terakhir.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






