Jumat, 15 Mei 2026

Bos MIND ID Ungkap Masa Depan Komoditas Timah

Penulis : Muawwan Daelami
15 Mei 2025 | 11:48 WIB
BAGIKAN
Maroef Sjamsoeddin, direktur utama MIND ID. (ist)
Maroef Sjamsoeddin, direktur utama MIND ID. (ist)

JAKARTA, investor.id – Manfaat komoditas timah yang begitu krusial bagi berbagai industri mulai dari elektronik, kimia, kaca sampai industri-industri besar lainnya membuat logam ringan yang diproduksi PT Timah Tbk (TINS) tersebut menjadi mineral kritis sekaligus strategis.

Bos BUMN Holding Industi Pertambangan atau MIND ID Maroef Sjamsoeddin menyebut, pasar timah akan terus meningkat ke depan karena sampai saat ini belum ada komoditas lain yang dapat menggantikan timah.

“Karena itu, kebutuhan pasar terhadap timah akan terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama komisi VI DPR RI, Rabu (14/5/2025).

ADVERTISEMENT

Sayangnya, di tengah prospek cerah komoditas timah tersebut, Indonesia sebagai negara produsen timah terbesar ketiga di dunia setelah Peru dan China, produksinya justru menurun.

Pada 2023, produksi timah Indonesia mencapai 65.000 ton (17,5%) dari pasokan timah di pasar global. Kemudian pada 2024, produksi timah Indonesia menyusut menjadi 45.000 ton atau 12% dari pasokan timah dunia.

Padahal, jika melihat wilayah izin usaha pertambangan (IUP) yang berada di lingkup PT Timah Tbk, TINS mempunyai IUP darat seluas 288.638 hektar dan IUP laut seluas 184.672 hektar. Namun, PT Timah hanya mampu memproduksi sebanyak 25%, sedangkan produksi swasta mencapai 75%.

Menurut Maroef, penurunan produksi timah tersebut disebabkan oleh banyak faktor di antaranya penambangan ilegal (illegal mining) dan perdagangan ilegal (illegal trading/commerce).

“Jadi kalau kita lihat besaran luasan, justru lebih besar yang dihasilkan swasta daripada PT Timah. Ini pasti tidak luput dari hal-hal yang antara lain tata kelola yang belum berjalan dengan baik,” ungkap dia.

Akibat merosotnya produksi timah RI tersebut, Maroef menuturkan, harga timah global mengalami kenaikan dari harga rata-rata US$ 26.583 per ton pada 2023, menjadi 31.164 ribu per ton pada 2024.

“Hal tersebut membuktikan pengaruh pasokan timah Indonesia terhadap pasar global,” Maroef menambahkan.

Bahkan, jika menilik pergerakan harga timah di pasar global saat ini sebagaimana mengutip Trading Economics, harga timah dibanderol sebesar US$ 32.574 per ton atau menguat US$ 689 (2,16%) secara harian dan naik 3,91% dalam sebulan terakhir.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 21 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia