Jumat, 15 Mei 2026

Produksi Kopi Indonesia Tak Berkembang, Zulhas: Petani Pilih Beli Rumah, Motor, Mobil

Penulis : Muhammad Farhan
15 Mei 2025 | 17:54 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melihat berbagai jenis biji kopi saat membuka pameran World of Coffee Jakarta 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (15/5/2025). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melihat berbagai jenis biji kopi saat membuka pameran World of Coffee Jakarta 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (15/5/2025). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas mengungkapkan Indonesia menjadi produsen terbesar keempat dunia untuk komoditas kopi. Namun demikian posisi ini terus tertahan, karena petani kopi di Indonesia tidak menyisihkan dana yang cukup dari keuntungan untuk pengembangan kebun.

Zulhas menjelaskan, tantangan utama para petani kopi di Indonesia adalah ketika harga jual sedang bagus di pasar, hasil keuntungan tidak difungsikan sebagai modal pengembangan kebun.

“Memang kita ada kelemahan ya. Biasanya petani sekarang harga lagi bagus. Begitu harga bagus, dapat uang banyak. Nah kalau petani Vietnam lain itu kalau dapat uang banyak, uangnya itu dikembalikan ke kebunnya, agar lebih bagus. Pengolahannya lebih bagus, penataannya lebih bagus,” jelas Zulhas kepada wartawan selepas membuka acara World of Coffee Jakarta, Kamis (15/5/2025).

ADVERTISEMENT

Ia mengatakan, para petani kopi di Indonesia belum sepenuhnya teredukasi bahwa menyisihkan hasil keuntungan penjualan kopi juga penting untuk digunakan sebagai pengembangan pengolahan lahan kebun. “Kalau petani kita kan masih, kalau punya uang banyak, tidak ke kebun itu duitnya: beli rumah, beli motor, beli mobil, lainnya. Kebunnya lama-lama produksinya turun,” jelas Zulhas.

Menko Pangan menyebut luas panen kopi Indonesia dalam skala nasional mencapai 1,25 juta hektar, merujuk data Kementerian Pertanian. Luas lahan kebun kopi itu tidak terpaut jauh dengan Vietnam, tapi produktivitas Indonesia jauh lebih rendah dengan rata-rata di bawah 1 ton per hektare.

“Tetapi produktivitas kita rata-rata di bawah 1 ton per hektare ini saya kira yang perlu menjadi perhatian terutama teman-teman BUMN, saya sudah minta Pak Erick (Menteri BUMN) kalau bisa dibantu bibitnya yang bagus,” ungkap Zulhas.

Di sisi lain, Zulhas mengatakan, produksi perkebunan seperti kopi, cokelat dan kelapa, kini juga menjadi perhatian pemerintah selain komoditas beras dan jagung. Sejumlah komoditas perkebunan itu kini sedang mencatat harga yang baik.

“Pemerintah tidak hanya fokus kepada pangan pokok seperti gabah dan jagung, tetapi sekarang kita concern terhadap juga perkebunan yang sangat menguntungkan seperti kopi, coklat harganya bagus sekali sekarang,” tutur Zulhas.

Zulhas menambahkan, ia bangga karena Indonesia bisa menjadi tuan rumah dari gelaran festival kopi terbesar dunia. Dia menyebutkan festival World of Coffee biasanya digelar di negara konsumen, namun kali ini dihelat di negara produsen.

“Akhirnya World of Coffee, ini hadir di Indonesia, bukan biasanya di negara konsumen ini hadir di tempat negara produksi kopi,” tegas Zulhas.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 36 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 40 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia