Jumat, 15 Mei 2026

Prabowo Restui Indonesia Ekspor Beras ke Malaysia

Penulis : Prisma Ardianto
29 Mei 2025 | 15:03 WIB
BAGIKAN
Pekerja memeriksa stok beras Bulog di Gudang Perum Bulog Campang Raya, Bandar Lampung, Lampung, Selasa (29/4/2025). (ANTARA FOTO/Ardiansyah)
Pekerja memeriksa stok beras Bulog di Gudang Perum Bulog Campang Raya, Bandar Lampung, Lampung, Selasa (29/4/2025). (ANTARA FOTO/Ardiansyah)

JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subianto disebut telah memberi persetujuan untuk Indonesia melakukan ekspor beras ke Malaysia. Proses ekspor beras tinggal menunggu mekanisme dan kesiapan masing-masing pihak terkait.

“Sudah, sudah, sudah (memperbolehkan ekspor beras ke Malaysia),” ujar Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono kepada wartawan di Jakarta, pada Rabu (28/5/2025), seperti dikutip dari Antara. Wamentan mengamini bahwa Presiden Prabowo telah memberi “lampu hijau” ekspor beras ke Malaysia.

Dia menerangkan, terkait rencana ekspor ini, pemerintah Indonesia telah melangsungkan komunikasi dengan pemerintah Malaysia. Termasuk bertemu langsung dengan pengusaha asal negara tersebut yang sudah menyatakan minat untuk mengimpor beras dari Indonesia.

ADVERTISEMENT

Adapun pengusaha Malaysia turut menyampaikan jumlah kebutuhan impor beras per bulan, yang akan disesuaikan dengan kemampuan pasokan dari Indonesia. Saat ini, pemerintah Indonesia tinggal menunggu kesiapan dan mekanisme dari pihak Malaysia untuk memulai impor.

“Kemarin bilangnya begitu, tapi kita lihat, kemarin bilang sama saya, ya kebutuhannya 2.000 ton sebulan,” ujar Wamentan Sudaryono.

Dia bilang, rencana ini tidak dibahas dalam KTT ke-46 Asean yang digelar di Malaysia, melainkan sudah berlangsung secara intensif di tingkat kementerian dan lintas pemangku kepentingan terkait. Indonesia siap melakukan ekspor beras dan akan mengikuti prosedur yang disepakati, tapi saat ini “bola” di tangan pemerintah Malaysia.

Mentan Andi Amran Sulaiman sebelumnya mengungkapkan adanya keinginan Malaysia untuk mengimpor beras dari Indonesia, karena harga beras di negara itu tinggi. Mentan menyatakan itu usai menerima kunjungan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu.

Kebutuhan Malaysia akan beras cukup tinggi, sementara produksi domestiknya baru mencukupi 40-50% permintaan. Di sisi lain, Indonesia tengah mengalami surplus beras hasil dari produksi yang cukup tinggi. Stok CBP di Bulog per 13 Mei 2025 telah menembus 3,7 juta ton.

“Ketersediaan stok yang tinggi ini akan jadi alat kendali strategis negara untuk menjaga stabilitas harga beras di pasar dan memperkuat posisi RI di tengah gejolak pangan global,” ujar Mentan Amran.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 21 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 32 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 36 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia