Jumat, 15 Mei 2026

Koperasi Desa Merah Putih Didorong Jadi Off Taker Hasil Tani dan Ikan Tangkap

Penulis : Prisma Ardianto
29 Mei 2025 | 15:55 WIB
BAGIKAN
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi. (B-Universe Photo/Mita Amalia Hapsari)
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi. (B-Universe Photo/Mita Amalia Hapsari)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat menjadi off taker, pihak yang membeli atau mengambil produksi hasil tani dan tangkap ikan. Langkah ini akan memperkuat posisi Koperasi Merah Putih untuk turut menjaga ketahanan pangan di desa.

“Mengenai saat ini ada keluhan petani jagung karena tidak bisa terserap hasil panennya, ini akan segera terselesaikan melalui kehadiran Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi di Bandarlampung pada Kamis (29/5/2025), seperti dikutip dari Antara.

Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Merah Putih mengamanatkan kepada Kepala Badan Pangan Nasional ditugaskan untuk melaksanakan kegiatan stabilisasi pasokan dan harga pangan yang mengoptimalkan peran Koperasi Merah Putih.

ADVERTISEMENT

Arief menjelaskan, Koperasi Merah Putih yang nantinya memiliki gudang dapat mengambil peran sebagai off taker untuk menampung hasil panen petani di masing-masing desa. Setelah diterima hasil panen dari petani, komoditas pangan dapat diolah untuk berbagai produk turunannya.

“Presiden Prabowo ingin setiap koperasi desa nanti kalau yang berbasis di desa pertanian punya gudang alat pengering gabah, kalau dia desa perikanan punya tempat pendingin ikan kemudian untuk mobilisasi punya truk,” ucap dia.

Selain dapat menampung hasil tani, Koperasi Merah Putih juga dapat menjadi off taker ikan tangkap para nelayan, disesuaikan karakteristik desa dimana koperasi itu berada. Dengan model seperti ini, diharapkan ketersediaan pangan mulai dari beras, jagung, ikan dan sebagainya bisa tetap terjaga di desa-desa.

“Target pemerintah sebelum 28 Oktober sudah ada 80 ribu unit Koperasi Desa Merah Putih yang mockup dan beroperasi secara keseluruhan, sehingga sudah ada gudang penyimpanan komoditas di sana,” tandas Arif.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia