Jumat, 15 Mei 2026

Mentan Duga Ada Ulah Mafia Beras Bikin Harga Naik saat Produksi Melimpah

Penulis : Muhammad Farhan
3 Jun 2025 | 15:33 WIB
BAGIKAN
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat jumpa pers di kantor Kementan, Selasa (3/6/2025).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat jumpa pers di kantor Kementan, Selasa (3/6/2025).

JAKARTA, investor.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menduga ada ulah mafia beras atas adanya kenaikan harga saat produksi beras melimpah. Amran membeberkan kejanggalan data dibalik berkurangnya stok beras di Pasar Beras Induk Cipinang (PBIC) hingga menyebabkan harga beras naik.

Amran menjelaskan, Data publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan adanya penurunan harga beras secara bulanan atau month to month dari Maret ke April 2025. 

Namun, dia memandang ada sumber kejanggalan yang mempengaruhi kenaikan harga beras dengan alasan stok berkurang seperti yang terjadi di PBIC.

ADVERTISEMENT

"Oke, sekarang pertanyaan saya, kenapa dikatakan hari ini stok di Cipinang kurang dan harga naik?" terang Amran saat jumpa pers di kantor Kementan, Selasa (3/6/2025).

Amran pun membeberkan kejanggalan data stok beras di PBIC dengan membandingkan data yang berasal dari BPS dengan data PBIC atau food station Tjipinang. 

"Ini harus diluruskan. Jangan seenaknya kita menyampaikan ini bisa sebagai sabotase pemerintah. Sabotase data karena ada kepentingan pribadi," kata Amran.

Dalam data PBIC yang ditampilkan Amran, sejak tahun 2020, stok awal beras stabil berada di kisaran angka berkisar 30-an ribu ton hingga memasuki Januari 2025 melonjak menjadi 50-an ribu ton karena peningkatan produksi. Sementara angka pengeluaran dari stok beras, PBIC mengeluarkan antara 2.000 sampai 3.000 ton.

Akan tetapi pada 28 Mei 2025, Amran menunjukkan pengeluaran dari stok beras melambung menjadi 11.410 ton beras. 

"Ini tadi 3.000, 3.000, 4.000, 2.000, 1.000 (beras yang keluar rata-rata di PBIC). Ini masuk akal gak? Teman media, masuk akal gak? Ini 11.000 keluar, satu hari. Aneh kan? Aneh ya? Benar, teman wartawan? Ya, selesai. Ini jawabannya," tutur Amran.

Amran menegaskan, dari data tersebut menampilkan kejanggalan yang dirinya sinyalir sebagai tindakan mafia beras.

"Artinya apa? Ada middle man yang mempermainkan. Ini lah terkadang kita sebut sebagai mafia. Jangan mempermainkan kita setengah mati berproduksi. Kita setengah mati bantu petani," tegas Amran.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 18 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia