Jumat, 15 Mei 2026

Mendag Budi Santoso Jelaskan Penyebab Surplus Neraca Perdagangan Turun Signifikan

Penulis : Bambang Ismoyo
4 Jun 2025 | 14:11 WIB
BAGIKAN
Menteri Perdagangan Budi Santoso
Menteri Perdagangan Budi Santoso

JAKARTA, investor.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) angkat suara perihal menyusutnya surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2025. Diketahui, penyusutan terjadi cukup signifikan, bahkan terendah dalam 60 bulan terakhir.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan, terdapat sejumlah penyebab yang membuat surplus neraca dagang menurun. Pertama, adanya periode libur Idulfitri yang menyebabkan kegiatan ekspor sedikit melambat. 

Namun, apabila dilihat secara year to date (YtD) yakni pada periode Januari-April 2025, kinerjanya masih mengalami peningkatan jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yakni sekitar 6%.

ADVERTISEMENT

"Jadi ekspor Januari-April dibanding tahun lalu kan naik memang ya 6,65% tetapi Maret- April mengalami penurunan," papar Mendag yang akrab yang disapa Busan saat ditemui di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (4/6/2025).

"Setelah kita analisa yang pertama kemarin kan awal April itu masih libur lebaran ya. Jadi masih banyak libur sehingga ekspor juga berkurang," sambungnya.

Faktor yang kedua, adanya kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah negara mitra dagangnya. Hal ini membuat para pelaku pasar baik eksportir maupun importir di berbagai belahan dunia masih wait and see dalam mengambil keputusan. 

Busan mengungkapkan, fenomena menyusutnya neraca perdagangan tak hanya terjadi di Indonesia. Ia menyebut, hal ini juga terjadi di sejumlah negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Filipina, hingga Vietnam.

Hal ini diketahui dirinya saat melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan di kawasan Asia Tenggara, dalam acara Konferensi Tingkat Tinggi Asean.

"Kemarin waktu kami ketemu teman-teman Mendag di Kuala Lumpur waktu KTT ASEAN. Ya kita juga ngobrol ternyata pengaruhnya bagi masing-masing (negara) sangat besar bahkan banyak eksporter yang cenderung masih menunggu," pungkasnya.

Seperti diberitakan, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan mengalami surplus 160 juta dolar AS pada April 2025. Angka ini jauh lebih rendah dari periode Maret 2025 yang sebesar 4,33 miliar dolar AS.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengatakan bahwa surplus pada April 2025 lebih ditopang oleh surplus pada komoditas non migas sebesar 1,51 miliar dolar AS, dengan komoditas penyumbang surplus utama pertama bahan bakar mineral; lemak dan minyak hewani; serta besi dan baja.

Sedangkan neraca perdagangan migas defisit 1,35 miliar dolar AS dengan komoditas penyumbang defisit adalah hasil minyak dan minyak mentah.

“Neraca perdagangan barang surplus US$ 0,16 miliar dan neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus 60 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” kata Pudji dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS, Jakarta, Senin (2/6/2025).

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 22 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 26 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia