Jumat, 15 Mei 2026

Danantara Mau Investasi Rp 130 Triliun Rumah Subsidi, di Tengah Polemik Luas 18 M²

Penulis : Martin Bagya Kertiyasa / Vinnilya Huanggrio
17 Jun 2025 | 19:32 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani di Istana Kepresidenan, Jakarta. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Foto ilustrasi. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani di Istana Kepresidenan, Jakarta. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Kabar investasi Danantara itu diumumkan di tengah polemik wacana memperkecil luas rumah subsidi, yang belakangan menuai sorotan dari publik. Rencana yang dimaksud tertuang dalam draft Keputusan Menteri PKP Nomor/KPTS/M/2025. Untuk rumah tapak, luas tanah paling kecil akan menjadi 25 m² sampai 200 m². Sementara, luas bangunan diatur paling rendah 18 m² hingga 36 m².

Pengamat Properti, Anton Sitorus mencurigai konsep rumah subsidi dengan luas bangunan 18-25 meter persegi (m²) dirancang pemerintah untuk pengembang tertentu. Dari konsep yang ditawarkan, rumah subsidi ini akan sangat sempit dan tak layak huni.

“Kalau ini digunakan untuk kepentingan orang-orang terdekat, maka kita telah mengkhianati mandat rakyat. Dana FLPP yang tahun ini bahkan ditingkatkan jadi 350 ribu unit dengan anggaran Rp 28 triliun itu bukan ruang main-main,” ujar Anton dalam dialog bersama Investor Daily Talk, Selasa (17/6/2025).

Anton menerangkan, wacana ini harus benar-benar dikaji, mengingat rumah subsidi yang layak bagi rakyat harus layak huni. Pasalnya standar luas rumah berdasarkan World Health Organization (WHO) yaitu minimal 7,2 m² per jiwa. Selain itu, Standar Nasional Indonesia (SNI) juga menetapkan luasan 9 m² per jiwa.

ADVERTISEMENT

“Kalau tanahnya 25 m² dan bangunannya 18 m², itu terlalu sempit. Gak masuk akal. Justru yang sekarang 21 m² saja sudah sangat basic,” ungkap Anton.

Kementerian terkait hingga kini belum menyampaikan rencana perubahan tersebut secara resmi dalam rapat kerja dengan DPR. DPR pun mengingatkan agar kebijakan yang menyangkut hajat hidup rakyat tidak dibuat secara sepihak dan gegabah.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia