Jumat, 15 Mei 2026

IMIP Luncurkan Inisiatif Pariwisata Hijau

Penulis : Thresa Sandra Desfika
2 Jul 2025 | 13:55 WIB
BAGIKAN
IMIP
IMIP

JAKARTA, investor.id - Di tengah percepatan transformasi hijau global, Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mengambil langkah penting yang menjadi tonggak sejarah.

Pada tanggal 30 Juni, IMIP bersama desa Fatufia, Bete-Bete, Padabaho, dan Mbokita menyelenggarakan acara penandatanganan proyek kemitraan pariwisata hijau pertamanya di "Rumah Literasi Lahan Sidaya IMIP" di Desa Labota, Morowali, Sulawesi Tengah.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Morowali, Pemerintah Kecamatan Bahodopi, perwakilan perusahaan di kawasan, serta masyarakat desa setempat.

Langkah ini menandai transisi strategis kawasan IMIP yang berfokus pada industri menuju pembangunan yang lebih hijau, inklusif, dan kolaboratif.

ADVERTISEMENT

ini merupakan proyek pertama IMIP yang berpusat pada komunitas dan memanfaatkan sumber daya perusahaan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.

Ir. Mohammad Amin, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Morowali, menekankan dalam pidatonya bahwa Bahodopi tidak hanya kaya akan sumber daya mineral, tetapi juga memiliki keindahan alam yang masih asri serta keragaman budaya yang banyak.

Ia menegaskan bahwa pariwisata hijau merupakan jalur penting untuk melestarikan lingkungan dengan pertumbuhan ekonomi, serta menjadi alat untuk mencapai kemakmuran yang merata.

Arsan SPdI, Sekretaris Kecamatan Bahodopi, mengatakan, “Upacara penandatanganan ini ibarat kunci emas menuju masa depan—tonggak penting bagi pengembangan pariwisata bersama antara kawasan industri dan komunitas lokal.”

Ia menambahkan bahwa ini tidak hanya akan mendorong pengembangan sumber daya alam dan budaya secara sistematis, tetapi juga meningkatkan keterlibatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan mempercepat transformasi hijau di wilayah tersebut.

Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan proyek, masing-masing dari empat desa mitra membentuk tim khusus pengembangan pariwisata bersama. Setiap tim terdiri dari sembilan anggota inti yang akan melakukan kunjungan lapangan dan kerja sama lintas sektor untuk memastikan implementasi secara efektif dan menyeluruh untuk mendukung pembangunan bersama.

Dalam acara tersebut juga dilakukan pengangkatan resmi yang menetapkan peran dan tanggung jawab masing-masing desa serta memperkuat mekanisme koordinasi.

Proyek ini tidak hanya menghimpun pemerintah daerah dan komunitas, tetapi juga melibatkan partisipasi dari perusahaan-perusahaan di kawasan industri.

PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel, PT Indonesia Guangqing Nickel Industry, PT Huayue Nickel Cobalt, PT Dexin Steel Indonesia, dan masing-masing menandatangani perjanjian kerja sama dengan kepala desa setempat.

Berdasarkan perjanjian, kerja sama akan berfokus pada tiga bidang utama: Mendorong pembangunan infrastruktur bersama, khususnya yang mendukung sektor pariwisata;Menyediakan saluran dan informasi untuk promosi industri pariwisata;Membuka pelatihan kepariwisataan melalui pendidikan ekologi dan pelatihan keterampilan yang terarah.

Yayasan Keberlanjutan IMIP  ini mencakup mekanisme evaluasi berkala untuk memastikan perkembangan dan kemajuan proyek.

Emilia, Direktur Komunikasi IMIP, menyatakan, “Kami yakin bahwa sistem industri yang tangguh harus dibangun di atas dasar keberlanjutan, dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap ekologi dan komunitas.”

Ia menambahkan bahwa kawasan industri tengah giat mendorong transformasi hijau dan rendah karbon untuk membangun ekosistem industri yang hemat sumber daya, ramah lingkungan, dan inklusif terhadap masyarakat.

Inisiatif ini sejalan dengan tujuan inti Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 PBB dan sangat selaras dengan visi pembangunan hijau dalam Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative).

Bergerak dari pendekatan bantuan eksternal menuju pemberdayaan lokal, serta dari investasi menuju pembangunan bersama, proyek ini telah menciptakan lapangan kerja, menghidupkan kembali tata kelola komunitas, dan mendorong peningkatan struktur industri.

Inisiatif ini melampaui batas-batas konvensional dengan membentuk mekanisme pembangunan baru yang melibatkan tiga pihak: perusahaan, komunitas, dan pemerintah.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 45 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia