Jumat, 15 Mei 2026

Indosat Dorong Ketahanan Siber Nasional Lewat SOC dan Talenta Lokal

Penulis : Gesa Vitara
15 Jul 2025 | 12:19 WIB
BAGIKAN
Diskusi panel bertajuk “Securing Indonesia’s AI Future: From Vision to Real-World Impact”.
Diskusi panel bertajuk “Securing Indonesia’s AI Future: From Vision to Real-World Impact”.

JAKARTA, investor.id - Sebagai langkah nyata menjawab tantangan era digital, Indonesia kini melangkah lebih jauh dalam memperkuat ketahanan siber. Dalam diskusi panel bertajuk “Securing Indonesia’s AI Future: From Vision to Real-World Impact”, yang diselenggarakan di Jakarta pada Jumat (11/7/2025) para pemimpin industri digital menyoroti pentingnya membangun infrastruktur, talenta, dan kepercayaan publik agar keamanan data terjaga di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Hadir sebagai pembicara Bayu Hanantasena, President Director & CEO Lintasarta; Marc Hamilton, Vice President Solutions Architecture and Engineering NVIDIA; serta Dave West, Senior Vice President dan President APAC Japan and Greater China Cisco. Ketiganya menegaskan bahwa infrastruktur keamanan siber termasuk Security Operation Center (SOC) merupakan pondasi agar transformasi digital dapat berjalan aman dan inklusif.

Bayu Hanantasena menegaskan bahwa AI hanya akan berdampak jika didukung infrastruktur yang kokoh. 

“Untuk memanfaatkan AI, ada tiga unsur mendasar: daya listrik, komputasi, dan jaringan. Tanpa ini, AI hanya akan jadi wacana,” ujarnya. 

ADVERTISEMENT

Bayu menambahkan, sejak November 2024 telah menggulirkan gerakan AI Merdeka yang mendukung pengembangan talenta lokal melalui inkubasi lebih dari 150 startup AI. 

“Menariknya, lebih dari dua pertiga talenta kami justru berasal dari luar kota besar. Ini bukti AI bisa dikembangkan oleh siapa saja, di mana saja,” jelasnya.

Marc Hamilton dari NVIDIA menambahkan bahwa AI adalah teknologi yang mampu memecah batas profesi. 

“Hari ini di Indonesia mungkin baru 2% penduduknya yang bekerja sebagai programmer. Tapi dengan AI, siapa pun bisa menjadi ‘programmer’ melalui instruksi sederhana,” katanya.

Menurutnya, potensi terbesar muncul saat Indonesia mampu mengembangkan model AI lokal yang relevan dengan bahasa, budaya, dan kebutuhan masyarakat. 

“AI publik seperti ChatGPT dan Gemini dilatih dengan data global. Kita perlu membuat model yang benar-benar memahami Indonesia,” ujarnya. 

Namun demikian, ia mengingatkan, keamanan dan kepercayaan tetap menjadi syarat mutlak agar teknologi ini benar-benar inklusif.

Senada, Dave West dari Cisco menekankan bahwa tujuan besarnya adalah mendemokratisasi teknologi. 

“Kita ingin AI bisa diakses di mana saja, bukan hanya di kota besar. Ini tentang kepercayaan. Kalau masyarakat tidak merasa aman, tidak akan ada inklusi,” ujarnya.

Dave juga menyoroti dampak AI yang dapat membuka akses pendidikan, kesehatan, dan layanan publik ke wilayah terpencil. 

“Bayangkan bagaimana produktivitas meningkat, biaya bisa ditekan, dan kesempatan terbuka luas bagi semua warga. Namun semuanya harus dibangun di atas fondasi keamanan siber dan perlindungan data yang kuat,” katanya.

Kolaborasi lintas sektor dalam acara ini menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu menentukan arah pengembangan AI ke depan.

Editor: Yurike Metriani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia