Sidak Pasar Prawirotaman Yogya, Tim Gabungan Temukan Beras Dijual di atas HET
YOGYAKARTA, investor.id – Tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap penjualan beras di Pasar Prawirotaman, Yogyakarta, Kamis (17/7/2025). Sidak ini untuk menilai kualitas dan kuantitas beras menyusul temuan Satgas Pangan dan Kementerian Pertanian atas banyaknya merek beras dijual tidak sesuai ketentuan.
Tim gabungan terdiri dari Ombudsman RI Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dinas Perindustrian dan Perdaganan (Disperindag) Kota Yogyakarta dan DIY, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Perum Bulog Kanwil DIY, Satgas Pangan Polda DIY, serta Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi).
Dalam kegiatan tersebut, tim mengambil sampel dari enam merek beras premium yang dijual di pasar. Pengujian dilakukan untuk menilai kualitas fisik beras, kondisi kemasan, serta ketepatan berat sesuai label.
Hasil awal menunjukkan adanya satu merek beras yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Beberapa merek lainnya masih perlu diuji lebih lanjut untuk memastikan apakah kadar beras pecahannya melebihi ambang batas 15% sesuai ketentuan.
Kepala Perwakilan Ombudsman RI DIY, Muflihul Hadi, yang turut hadir dalam sidak tersebut menekankan pentingnya kejujuran pelaku usaha dalam menjual produk pangan.
"Pelaku usaha wajib jujur dan memastikan produk yang dijual sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jangan sampai konsumen dirugikan," tegas Muflihul Hadi pada Kamis (17/7/25).
Ia juga mengingatkan bahwa praktik curang terhadap konsumen dapat dikenai sanksi pidana sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Lebih lanjut, Muflihul mendesak agar pengawasan dari pemerintah terus ditingkatkan secara proaktif.
"Pengawasan harus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan, tidak hanya bersifat reaktif saat ada laporan atau pemberitaan di media. Ini penting untuk memberikan efek jera dan memastikan perlindungan konsumen yang berkelanjutan," ujarnya.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




