Warganet AS Soroti Tarif 19% Indonesia, Ini Pandangan Mereka
JAKARTA, Investor.id — Kesepakatan dagang terbaru antara Indonesia dan Amerika Serikat )AS) menjadi sorotan hangat di media sosial, terutama di kalangan warganet AS. Video viral dari TikTok, yang diunggah akun @thinkbyx dan @kclmft menunjukkan bagaimana sejumlah warga AS merasa Presiden AS Donald Trump justru kalah dalam negosiasi dengan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam video berdurasi dua menit lebih, seorang warga AS bernama Nicholas memaparkan ketimpangan dalam skema tarif yang dihasilkan dari kesepakatan tersebut. Dia menyebut bahwa Trump keliru dalam menyatakan Amerika tidak membayar tarif.
Faktanya, justru barang-barang dari Indonesia yang dikenakan tarif 19% saat masuk ke pasar AS, sedangkan ekspor produk AS ke Indonesia dibebaskan dari tarif maupun hambatan non-tarif.
“Itu berarti semua barang yang diimpor AS dari Indonesia, konsumen AS membayar ekstra 19%. Dia bilang kita tidak membayar apa-apa. Padahal, justru orang Indonesia yang tidak membayar apa-apa," ujar Nicholas dalam video yang kini telah ditonton ribuan kali, dikutip Sabtu (19/7/2025).
Kritik senada juga datang dari akun WNA @kclmft yang menilai kesepakatan ini secara terbuka membuka pasar Indonesia bagi produk-produk peternak, petani, dan nelayan AS, tanpa perlindungan tarif yang berarti dari pihak Indonesia. Artinya, konsumen Indonesia tidak perlu membayar lebih.
“Sementara itu ekspor AS ke Indonesia bebas tarif dan hambatan non-tarif,. Bukankah itu kesepakatan yang luar biasa?" ungkap akun @kclmft dengan nada sarkastik.
"Jika ada pengiriman ulang dari negara dengan tarif lebih tinggi, tarif itu akan ditambahkan ke tarif yang dibayar Indonesia, artinya kita yang membayar. Terima kasih kepada rakyat Indonesia atas persahabatan dan komitmen Anda untuk menyeimbangkan defisit perdagangan kita," tutup dia.
Diketahui, Indonesia berhasil mencapai kesepakatan signifikan dengan AS, menurunkan tarif impor dari 32% menjadi 19%. Perjanjian ini diumumkan langsung oleh Trump.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




