Jumat, 15 Mei 2026

Warganet AS Soroti Tarif 19% Indonesia, Ini Pandangan Mereka

Penulis : Harso Kurniawan
19 Jul 2025 | 15:45 WIB
BAGIKAN
Pada April 2025, Presiden AS Donald Trump juga mengenakan tarif "dasar" sebesar 10% kepada sebagian besar mitra dagang. (Foto: AFP)
Pada April 2025, Presiden AS Donald Trump juga mengenakan tarif "dasar" sebesar 10% kepada sebagian besar mitra dagang. (Foto: AFP)

JAKARTA, Investor.id — Kesepakatan dagang terbaru antara Indonesia dan Amerika Serikat )AS) menjadi sorotan hangat di media sosial, terutama di kalangan warganet AS. Video viral dari TikTok, yang diunggah akun @thinkbyx dan @kclmft menunjukkan bagaimana sejumlah warga AS merasa Presiden AS Donald Trump justru kalah dalam negosiasi dengan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam video berdurasi dua menit lebih, seorang warga AS bernama Nicholas memaparkan ketimpangan dalam skema tarif yang dihasilkan dari kesepakatan tersebut. Dia menyebut bahwa Trump keliru dalam menyatakan Amerika tidak membayar tarif.

Faktanya, justru barang-barang dari Indonesia yang dikenakan tarif 19% saat masuk ke pasar AS, sedangkan ekspor produk AS ke Indonesia dibebaskan dari tarif maupun hambatan non-tarif.

ADVERTISEMENT

“Itu berarti semua barang yang diimpor AS dari Indonesia, konsumen AS membayar ekstra 19%. Dia bilang kita tidak membayar apa-apa. Padahal, justru orang Indonesia yang tidak membayar apa-apa," ujar Nicholas dalam video yang kini telah ditonton ribuan kali, dikutip Sabtu (19/7/2025). 

Kritik senada juga datang dari akun WNA @kclmft yang menilai kesepakatan ini secara terbuka membuka pasar Indonesia bagi produk-produk peternak, petani, dan nelayan AS, tanpa perlindungan tarif yang berarti dari pihak Indonesia. Artinya, konsumen Indonesia tidak perlu membayar lebih.

“Sementara itu ekspor AS ke Indonesia bebas tarif dan hambatan non-tarif,. Bukankah itu kesepakatan yang luar biasa?" ungkap akun @kclmft dengan nada sarkastik.

"Jika ada pengiriman ulang dari negara dengan tarif lebih tinggi, tarif itu akan ditambahkan ke tarif yang dibayar Indonesia, artinya kita yang membayar. Terima kasih kepada rakyat Indonesia atas persahabatan dan komitmen Anda untuk menyeimbangkan defisit perdagangan kita," tutup dia.

Diketahui, Indonesia berhasil mencapai kesepakatan signifikan dengan AS, menurunkan tarif impor dari 32% menjadi 19%. Perjanjian ini diumumkan langsung oleh Trump.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 21 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 32 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 36 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia