Jumat, 15 Mei 2026

Beras Oplosan Diduga karena Disparitas Harga, Pemerintah Disarankan Hitung Ulang HET 

Penulis : Heru Yustanto
22 Jul 2025 | 12:25 WIB
BAGIKAN
Pakar Teknologi Industri Pertanian IPB Profesor Tajuddin Bantacut
Pakar Teknologi Industri Pertanian IPB Profesor Tajuddin Bantacut

BOGOR, investor.id – Praktik beras oplosan mengakibatkan kerugian negara dan konsumen hingga puluhan triliun. Kementerian Pertanian bahkan menyebut angka Rp 99 triliun kerugian per tahun. Pakar Teknologi Industri Pertanian IPB Profesor Tajuddin Bantacut menduga hal itu sudah terjadi lama.

Tajuddin menilai, aksi para perusahaan nakal itu dipicu disparitas harga beli dan harga jual.  Karenanya, dia meminta pemerintah dan pihak pengusaha agar duduk bersama mengevaluasi harga beras. 

"Jadi kalau sekarang terlalu dini ya untuk membuat kesimpulan, sekarang kan masih dalam penyelidikan. Tetapi kalau kerugiannya mencapai 99 Triliun ini dugaan saya sudah berlangsung lama," ungkap Tajuddin.

ADVERTISEMENT

Namun peneliti perberasan ini menduga kasus pengoplosan tersebut akibat perbedaan harga antara harga beli dari petani hingga harga jual di pasaran yang terlalu dekat.

Tajuddin mengungkapkan, harga gabah kering panen (GKP) saat ini ditetapkan Rp 6.500 per kilogramnya, sementara rata rata rendemen gahan untuk menjadi beras saat ini mencapai 52%. Artinya untuk menghasilkan beras satu kilogram saja diperlukan gabah hampir dua kilogram.

"Dengan harga GKP 6.500 kan untuk harga bahan bakunya saja sudah mendekati Rp 13.000, belum ditambah dengan biaya produksi," ungkapnya. 

Kondisi ini membuat para pengusaha di bidang beras tergiur untuk mengakali mutu beras, salah satunya pengoplosan beras medium dengan premium.

"Dugaan saya akibat GKP tinggi tetapi harga patokan HET tidak naik. Jadi saran saya semua pihak duduk bersama hitung ulang, bahan baku, dan ongkos produksi. Agar semua pihak senang," lanjutnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 21 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia