Jumat, 15 Mei 2026

Bersama-sama Kejar Swasembada Energi

Penulis : Vinnilya Huanggrio
24 Jul 2025 | 16:17 WIB
BAGIKAN
(kiri-kanan) Pemimpin Redaksi Investor Daily Djaka Susila (kiri) bersama para pembicara: Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis di Pertamina NRE Fadli Rahman, Staf Khusus Bidang Percepatan Penyelesaian Isu Strategis Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral Muhammad Pradana Indraputra, Manager Corporate Communication Elnusa Jayanty Oktavia Maulina dan Waketum Aspebindo Fathul Nugroho, saat diskusi Energi: Masa Depan Kita Tanggung Jawab Kita, di Jakarta, Rabu (23/7/2025). (Investor Daily/David Gita Roza)
(kiri-kanan) Pemimpin Redaksi Investor Daily Djaka Susila (kiri) bersama para pembicara: Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis di Pertamina NRE Fadli Rahman, Staf Khusus Bidang Percepatan Penyelesaian Isu Strategis Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral Muhammad Pradana Indraputra, Manager Corporate Communication Elnusa Jayanty Oktavia Maulina dan Waketum Aspebindo Fathul Nugroho, saat diskusi Energi: Masa Depan Kita Tanggung Jawab Kita, di Jakarta, Rabu (23/7/2025). (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah membuka jalan bagi pengelolaan sumur minyak rakyat melalui koperasi, UMKM, hingga BUMD. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong lifting minyak di Indonesia dalam rangka bersama-sama mencapai swasembada energi.

Staf Khusus Bidang Percepatan Isu Strategis Energi Kementerian ESDM, Muhammad Pradana Indraputra menyebut pemerintah melalui kebijakan afirmatif mendorong agar sumur-sumur rakyat yang sebelumnya dianggap ilegal diberdayakan lewat skema koperasi, UMKM hingga BUMD.

“Kenapa sekarang pemerintah mengesahkan peraturan menteri soal sumur masyarakat yang selamanya dianggap ilegal? Karena ini adalah kebijakan afirmasi. Adil itu bukan berarti sama, tapi proporsional,” tegas Pradana dalam diskusi bertajuk Ngobrol Energi Mineral di Anjungan Sarinah, Rabu (23/7/2025).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, pengelolaan sumur minyak oleh masyarakat, khususnya di daerah-daerah, selama ini belum mendapat ruang hukum yang jelas. Padahal, dari sisi produksi, aktivitas ini berpotensi mendongkrak lifting minyak nasional.

“Selama dia bisa meningkatkan lifting minyak kita, kita akan bantu. Kita tidak peduli apakah itu masyarakat, swasta, atau BUMN. Yang penting, bisa produksi,” tambah dia.

Pemerintah melihat bahwa banyak sumur tua yang dianggap tidak ekonomis oleh perusahaan besar, justru masih bisa dioptimalkan oleh masyarakat setempat. Untuk itu, legalisasi ini dianggap sebagai langkah strategis sekaligus solutif.

“Sumur-sumur yang dianggap tidak feasible secara ekonomi oleh BUMN maupun swasta besar, bagi masyarakat lokal masih feasible. Masih bisa diproduksi. Ini kita dukung lewat regulasi yang inklusif,” tambahnya.

Skema legalisasi akan diarahkan melalui kerja sama antara masyarakat dengan koperasi, badan usaha milik daerah (BUMD), maupun usaha kecil dan menengah (UMKM). Pemerintah berharap, pendekatan ini tak hanya meningkatkan produksi nasional, tetapi juga membuka peluang usaha baru berbasis energi rakyat. Kebijakan ini juga sejalan dengan semangat pemerataan energi dan pemberdayaan masyarakat dalam sektor migas, yang selama ini didominasi pemain besar.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pemerintah tengah memperkuat ketahanan energi nasional dengan memaksimalkan potensi sumber daya yang sudah ada, termasuk dari sumur tua dan sumur rakyat. Upaya ini menjadi bagian dari visi mewujudkan swasembada energi.

“Agar lifting kita bisa naik, masyarakat kerja tidak dengan waswas. Tidak ada lagi oknum-oknum yang menakuti mereka, dijual ke Pertamina dengan harga yang baik, dan bisa melahirkan lapangan pekerjaan,” tutur Bahlil dalam keterangannya pada Jumat (18/7/2025).

Bahlil juga menyatakan tambang bagi UMKM tidak akan diberikan secara cuma-cuma. Kriteria usaha yang bisa mendapatkan izin bukan usaha mikro yang masih membutuhkan modal atau kredit awal untuk mengelola.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 22 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 26 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia