Kabar Baik untuk Industri Tekstil
24 Jul 2025 | 20:41 WIB
JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan tarif bea masuk ke Amerika Serikat (AS) sebesar 19% yang dikantongi Indonesia jadi modal baik, khususnya untuk perkembangan industri tekstil dalam negeri ke depan. Tarif ini lebih rendah dibandingkan negara-negara produsen tekstil lainnya.
“Pasca pengumuman tarif resiprokal AS, Indonesia mendapatkan penurunan tarif yang paling rendah, dibandingkan negara-negara (lain), yang menyebabkan Indonesia turun dari 32% ke 19% atau turun 13 poin,” tutur Airlangga dalam konferensi pers di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Kamis (24/7/2025).
Dengan demikian, besaran tarif bea masuk ke AS ini terbilang lebih rendah jika dibandingkan dengan sejumlah negara produsen tekstil dan produk tekstil (TPT), apparel, dan sepatu. Inilah yang menjadi angin segar untuk sejumlah sektor tersebut untuk dapat berkembang dan meningkatkan ekspor ke AS.
“Negara produsen lain adalah Bangladesh ini dikenakan 35% dari 37%. Kemudian Pakistan tetap 29% dan India sampai saat sekarang masih tetap 27%,” kata Airlangga. Tarif bea masuk untuk Indonesia sebesar 19% juga masih sedikit lebih rendah dari negara produsen tekstil lain seperti Vietnam 20% maupun China yang sementara ini dikenakan tarif 30%.
Airlangga bilang, pengenaan tarif bea masuk 19% untuk Indonesia adalah sebuah pencapaian negosiasi alot dengan AS demi melindungi industri padat karya, seperti di sektor tekstil dan produk tekstil. Jika tarif tetap berlaku 32%, akan lebih banyak pekerja yang bakal terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) karena kehilangan pasar AS.
“Kalau diterapkan tarif 32% dengan terjadinya ‘embargo dagang’ dan 1 juta pekerja di sektor padat karya itu bisa terkena hal yang tidak kita inginkan. Kita harus mencari pasar baru yang 11%, itu bukan sesuatu langkah yang seperti tinggal membalik telapak tangan,” ucap Airlangga.
Saat ini, pemerintah AS sudah menerbitkan kerangka kerja (framework) terkait pernyataan bersama hasil negosiasi dengan Indonesia. Pernyataan bersama ini masih akan dilanjutkan dengan pembahasan lanjutan, terkait hal-hal yang lebih detail menyangkut kepentingan kedua negara.
“Tentu akan dilanjutkan dengan pembahasan lanjutan yang menyambut kepentingan kedua negara. Perundingan masih akan terus berlangsung untuk bicara detail teknis karena masih ada beberapa kepentingan yang dijanjikan dan akan ditindaklanjuti,” terang Airlangga.
Sebelumnya pada Kamis (10/7/2025), Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Danang Girindrawardana menilai, jika negosiasi terkait tarif impor AS tidak berhasil, maka risikonya sangat besar terutama bagi produk tekstil dan garmen tanah air. Hal itu mengingat ekspor produk tekstil dan garmen ke Amerika mencapai sekitar 40% dari keseluruhan ekspor internasional.
Danang mengatakan, efek dari kenaikan tarif tersebut akan berakibat pada menurunnya permintaan dari pembeli (buyer), seiring tarif impor ke AS sebesar 32% ditanggung langsung oleh mereka. Selanjutnya, permintaan akan menurun dan efisiensi tenaga kerja di industri tekstil menjadi tak terelakkan.
Terlebih, daya saing Indonesia masih kalah jauh dibandingkan Vietnam yang terkena tarif impor mereka ke AS sebesar 20%. Situasi ini tentu membuat importir AS akan berpikir ulang untuk beli bahan dari Indonesia. Dalam hal industri tekstil, Vietnam juga lebih unggul dengan kapasitas produksi yang lebih besar.
“Kalau tarif diterapkan 32%, maka produksi akan berkurang dan buruh akan menjadi program efisiensi yang paling awal. Kita tidak berharap itu terjadi, tapi kita harus pikirkan skenario terburuk,” ungkap Danang. Pada gilirannya, Danang memperkirakan sebanyak 50-70 ribu pekerja bakal terkena dampak efisiensi sejalan dengan kapasitas produksi yang terus merosot.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial
Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun
Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026
PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru
Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon
Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur
Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.Tag Terpopuler
Terpopuler





