Indonesia Miliki Posisi Tawar di Sektor Energi
25 Jul 2025 | 09:00 WIB
JAKARTA, investor.id - Peningkatan impor minyak dan gas (migas) dari Amerika Serikat (AS), sebagai bagian dari konsekuensi kesepakatan tarif impor resiprokal 19%, harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan produksi domestik baik dari sisi hulu (upstream) maupun dari sisi hilir (downstream). Apalagi sesungguhnya, Indonesia kini memiliki daya tawar strategis dalam sektor energi dan sumber daya alam, sehingga tidak lagi harus tunduk pada tekanan pasar global.
Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sejalan dengan bertumbuhnya perekonomian Indonesia, supply energi Indonesia pada tahun 2024 juga mengalami kenaikan 7,46%. Bauran energi primer masih didominasi oleh batubara sebesar 40,37%, disusul minyak bumi sebesar 28,82%, gas bumi 16,17% dan Energi Baru Terbarukan (EBT) mencapat 14,65%. Adapun bauran EBT ditargetkan mencapai 23% di tahun 2025.

