Jumat, 15 Mei 2026

Kemampuan Teknis Tidak Cukup Tekan Kecelakaan

Penulis : Harso Kurniawan
1 Aug 2025 | 00:46 WIB
BAGIKAN
DIM menggandeng UIN Raden Fatah dalam tes psikologi penerbitan SIM. (ist)
DIM menggandeng UIN Raden Fatah dalam tes psikologi penerbitan SIM. (ist)

JAKARTA, Investor.id — Kemampuan teknis pengendara tidak cukup untuk menekan kecelakaan. Ada hal yang lebih penting dari itu, yakni kesiapan mental, kestabilan emosi, tingkat konsentrasi yang tinggi atau aspek rohani. 

Itu sebabnya, penilaian aspek rohani melalui tes psikologi telah menjadi syarat dalam penerbitan surat izin mengemudi (SIM), sebagaimana tertuang dalam Peraturan Polisi (Pepol) No.2 Tahun 2023 tentang Penerbitan dan Penandaan Surat Izin Mengemudi. Pasal 12 dalam peraturan tersebut secara tegas menyebutkan tentang kesehatan rohani yang harus dimiliki setiap pemegang SIM.

Ketentuan tersebut, sejalan dengan langkah preventif yang dilakukan Kepolisian Negara Republik Indonesia bahwa untuk mendapatkan SIM tidak hanya dinilai dari kemampuan teknis mengemudi dan aspek kesehatan, namun juga aspek rohani.

ADVERTISEMENT

Seiring dengan itu, PT DSPEC Internasional Medika (DIM) menggandeng UIN Raden Fatah Palembang melaksanakan pendampingan tes psikologi di Kepolisian Daerah Sumatra Selatan sebagai syarat penerbitan SIM. Selain itu, dua lembaga itu berencana melakukan kolaborasi penelitian pengembangan aspek psikologi dalam keselamatan berlalu lintas.

Nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) ditandatangani Rektor UIN Raden Fatah Palembang Muhammad Adil dengan direksi DIM , disaksikan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Andi Rian R. Djajadi di Palembang, Kamis (31/7/2025).

Direktur DIM Hasan Basri mengatakan, jatuhnya pilihan ke UIN Raden Fatah disebabkan lulusan Fakultas Psikologi-nya dinilai siap bekerja. DIM percaya, sarjana psikolog alumni UIN Raden Fatah bisa membantu dalam tes-tes psikologi dalam penerbitan SIM.

“Sebagai mitra Polri, kami mencoba mengajak institusi pendidikan dalam meningkatkan pelayanan tes psikologi,” kata Hasan Basri.

DIM merupakan penyelenggara layanan tes psikologi SIM di wilayah Sumatera Selatan berdasarkan surat rekomendasi SDM Polrti pada 23 Januari 2025, yang dilanjutkan MoU dengan Polda Sumatera Selatan pada 6 Februari 2025. Sejak 18 Februari hingga 30 Juni 2025, DSPEC Internasional Medika telah melakukan tes psikologi terhadap 65.353  pemohon SIM.

Muhammad Adil mengungkapkan, kesepakatan tersebut akan sengat membantu bagi para lulusan Fakultas Psikologi untuk mengaplikasikan ilmunya. Saat ini, sudah ada 48 sarjana psikologi lulusan UIN Raden Fatah yang bekerja di DIM.  

Andi Rian R. Djajadi mengatakan. kerja sama penelitian DIM dengan UIN Raden Fatah Palembang sangat penting mengingat dinamika lalu lintas sekarang ini semakin kompleks.

Menurut dia, laju pertumbuhan kendaraan bermotor yang pesat tak sekadar menjadi  indikator mobilitas. “Namun, ini juga tantangan serius  dalam hal keselamatan di jalan raya,” kata Andi dalam sambutannya.

Data WHO (2023) menyebutkan, sekitar 1,19 juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan lalu lintas. Sekitar 92% kematian di jalan raya di dunia terjadi di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 50 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia