Jumat, 15 Mei 2026

Transisi Energi Harus Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
31 Jul 2025 | 22:29 WIB
BAGIKAN
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementrian ESDM Prahoro Yulijanto Nurtjahyo saat menjadi pembicara Special Session A-3, Green Jobs: Pekerjaan Idaman, Tantangan Dan Peluang di Energi Mineral Festival 2025 di Jakarta, Kamis (31/7/2025). (Investor Daily/David Gita Roza)
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementrian ESDM Prahoro Yulijanto Nurtjahyo saat menjadi pembicara Special Session A-3, Green Jobs: Pekerjaan Idaman, Tantangan Dan Peluang di Energi Mineral Festival 2025 di Jakarta, Kamis (31/7/2025). (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ESDM, Prahoro Yulijanto Nurtjahyo menyatakan transisi energi tidak selesai pada tataran proyek yang berhasil diwujudkan, tetapi harus mampu menciptakan nilai lebih seperti pembukaan lapangan kerja.

Hal ini disampaikan Prahoro dalam acara Energi Mineral Festival 2025 dengan tema Swasembada Energi: Masa Depan Indonesia di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Kamis (31/07/2025).

“Kalau tidak ada proyek, ya tidak ada pekerjaan. Sesederhana itu. Kita boleh saja membuat narasi seindah apapun, tetapi kalau ujungnya tidak menghasilkan proyek nyata, maka tidak akan tercipta pekerjaan. Kuncinya adalah menciptakan nilai (create value) yang menghasilkan pekerjaan,” ujar Prahoro.

ADVERTISEMENT

Ia menekankan bahwa transisi energi harus dapat diterjemahkan ke dalam peluang kerja yang konkret, bukan hanya sebagai konsep atau wacana. Sebagai contoh, ia menyebut proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga surya oleh new wheel yang membutuhkan tenaga kerja terampil untuk pemasangan panel surya.

“Tapi faktanya di lapangan, mencari tenaga kerja yang kompeten untuk instalasi panel surya tidak mudah. Artinya, kompetensinya belum siap, dan proyek pun akhirnya tidak jalan,” jelasnya.

Menurut Prahoro, tantangan besar dalam transisi energi bukan hanya berasal dari aspek teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pendidikan, industri, pemerintah, hingga media untuk mendorong pemahaman masyarakat terhadap urgensi transisi energi dan dampaknya terhadap pekerjaan masa depan.

Ia mengungkapkan, dalam Human Capital Summit sektor energi yang digelar pada Juli lalu, pihaknya mengidentifikasi sekitar 3.764 jenis pekerjaan di sektor energi, termasuk subsektor energi hijau. Namun, dari jumlah itu, hanya 487 jenis pekerjaan yang tergolong baru. Artinya, sebagian besar jenis pekerjaan sebenarnya sudah ada, tinggal bagaimana menyesuaikan kompetensinya dengan kebutuhan transisi energi.

“Kita sedang berada dalam masa demographic window yang sempit. Puncaknya adalah 2030, tinggal 5 tahun lagi. Kalau tidak disiapkan dari sekarang, peluang ini akan lewat begitu saja,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa dari total 140 juta angkatan kerja, hanya 34 juta yang memiliki pendidikan vokasi, dan hanya 15 juta lulusan S1 ke atas. “Artinya, kita menghadapi tantangan besar dalam menciptakan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri energi masa depan.”

Prahoro juga mendorong dunia akademik untuk mulai menyesuaikan kurikulum agar dapat menghasilkan lulusan yang siap bersaing di sektor energi baru dan terbarukan. Termasuk menyiapkan skema sertifikasi yang tepat agar lulusan pendidikan bisa langsung masuk ke pasar tenaga kerja.

“Kita sudah punya peta jenis pekerjaan dan kompetensinya. Tinggal bagaimana itu bisa di-pickup oleh universitas dan lembaga pendidikan lainnya. Semua elemen harus bergerak bersama, karena waktu kita tinggal lima tahun,” pungkas Prahoro.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 45 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia