Jumat, 15 Mei 2026

Omzet Pedagang Beras Pasar Induk Cipinang Anjlok Imbas Isu Beras Oplosan

Penulis : Zhulfakar
11 Aug 2025 | 17:01 WIB
BAGIKAN
Suasana di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, pada Senin (11/8/2025). (B-Universe Photo/Zhulfakar)
Suasana di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, pada Senin (11/8/2025). (B-Universe Photo/Zhulfakar)

JAKARTA, investor.id – Omzet pedagang beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, anjlok drastis akibat ramai isu beras oplosan. Penurunan pembelian disebut mencapai titik terendah dalam beberapa tahun terakhir, membuat sebagian pedagang memilih menutup sementara toko dan gudang mereka.

Salah satu pedagang beras, Sam, mengatakan pembelian dari konsumen maupun pengecer merosot tajam sejak isu tersebut mencuat.

“Kalau penurunan luar biasa, mas, turun drastis. Sampai kayak (Pasar) Induk ini gak ada fungsi benar,” ujarnya saat ditemui di Pasar Induk Beras Cipinang pada Senin (11/8/2025).

Sam menyebut kekhawatiran pembeli dan pedagang semakin besar karena takut terseret tuduhan terkait peredaran beras oplosan. Akibatnya, alur distribusi terganggu dan perputaran barang menjadi sangat lambat.

ADVERTISEMENT

“Yang toko-toko besar aja pilih tutup. Banyak konsumen gak belanja. Omzet jelas turun,” tambahnya.

Sam berharap pemerintah dan pengelola pasar segera bertindak memulihkan kepercayaan pembeli, agar pedagang dapat kembali berjualan seperti semula.

Di sisi lain, isu beras oplosan yang beredar di masyarakat membuat sejumlah pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur memilih menutup toko maupun gudangnya. Kondisi ini yang juga memengaruhi aktivitas jual beli dan mengakibatkan penurunan drastis pembelian dari konsumen.

Sam menuturkan isu tersebut membuat para pelaku usaha merasa was-was untuk berjualan. Sam mengaku mengenai beras oplosan sebenarnya tidak benar, namun tetap menimbulkan kekhawatiran di kalangan pedagang.

“Isu-isu sekarang ini katanya beras oplosan. Sebenarnya kan tidak ada oplosan. Kalau konsumen minta standar seperti apa harga, kita baru bikinin,” ucap dia.

Sam mengungkap, gudang-gudang di Blok A yang biasanya ramai kini banyak yang tutup. Pedagang khawatir akan terkena sanksi atau tuduhan tanpa dasar sehingga memilih menghentikan sementara aktivitas usahanya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia