Jumat, 15 Mei 2026

Askarindo: Banjir Truk China Ancam Kelangsungan Industri Karoseri Domestik

Penulis : Bambang Ismoyo
12 Aug 2025 | 15:54 WIB
BAGIKAN
Perusahaan karoseri menghadapi tekanan akibat banyak truk impor asal China di pasar domestik, yang berimbas pada menurunnya pesanan karoseri. (HDP)
Perusahaan karoseri menghadapi tekanan akibat banyak truk impor asal China di pasar domestik, yang berimbas pada menurunnya pesanan karoseri. (HDP)

JAKARTA, investor.id - Industri dalam negeri, termasuk sektor karoseri, menghadapi tekanan serius akibat membanjirnya impor truk utuh (Completely Built Up/CBU) dari Tiongkok. Kondisi ini mengancam keberlanjutan dan peluang pasar bagi produsen karoseri lokal.

Pengurus sekaligus Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) Sommy Lumajeng mengungkapkan, adanya aktivitas tersebut tentu memberikan pukulan bagi industri karoseri maupun agen tunggal pemegang merek (ATPM) yang ada di tanah air.

"Impor yang tak terkendali, ditambah pemanfaatan masterlist dan berbagai fasilitas lainnya, berpotensi menggerus pangsa pasar industri lokal. Dampaknya dirasakan baik oleh agen pemegang merek (APM) yang menjual sasis, maupun oleh pelaku usaha karoseri," ujar Sommy, Selasa (12/8).

Sommy juga mengungkapkan perlunya tindakan atau proteksi dari pemerintah agar industri lokal, baik karoseri, ATPM, maupun industri perakitan truk dapat terjaga dengan baik.

ADVERTISEMENT

Ia mengungkapkan, truk asal China ini diimpor melalui masterlist impor atau kategori barang modal, bahan baku, atau peralatan yang dapat diimpor tanpa dikenakan bea masuk dan/atau pajak tertentu, sebagai fasilitas bagi kegiatan investasi di Indonesia.

Selain itu, truk asal China umumnya dibanderol dengan harga lebih murah dibandingkan truk produksi lokal. Kondisi ini membuat banyak pelaku usaha, khususnya di sektor pertambangan, cenderung memilih opsi yang lebih ekonomis tersebut.

Sommy pun berharap agar para pelaku usaha di industri pertambangan dapat menggunakan produk-produk yang secara tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tinggi. Hal ini demi mendorong perputaran ekonomi dan industri nasional.

"Kita butuh pemerintah untuk hadir dalam menyiasati hal ini, sehingga perusahaan lokal, paling tidak sedikit terlindungi dengan adanya kehadiran-kehadiran mereka," pungkasnya.

Editor: Yurike Metriani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia