Jumat, 15 Mei 2026

Beras Satu Harga Tinggal Tunggu Restu Prabowo

Penulis : Prisma Ardianto
13 Aug 2025 | 17:00 WIB
BAGIKAN
Pedagang menata beras yang dijualnya di Pasar Gondangdia, Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Pedagang menata beras yang dijualnya di Pasar Gondangdia, Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Indonesia telah mengantongi harga eceran tertinggi (HET) terbaru untuk kategori beras reguler dan khusus—penyederhanaan kelas mutu dari sebelumnya disebut sebagai beras medium dan premium. Namun demikian, pengumuman beras satu harga ini tinggal menunggu persetujuan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah berencana menetapkan dua jenis beras yang dapat dijual di pasaran yaitu beras reguler dan beras khusus. Ini menjadi langkah strategis untuk memudahkan masyarakat mengidentifikasi jenis beras yang dibeli, di tengah maraknya praktik manipulasi dan pengoplosan beras. Sebelumnya, berlaku kelas mutu beras seperti premium, medium, submedium, dan pecah.

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau Zulhas menyampaikan, pemerintah telah melakukan rapat koordinasi untuk penetapan beras satu harga. Maka nantinya, akan ada perubahan pada besaran HET beras. Hal ini akan segera dilaporkan ke Presiden Prabowo.

“Sudah (ada HET), tapi belum bisa diumumkan sebelum melaporkan ke Presiden,” kata Zulhas di Jakarta pada Rabu (13/8/2025), seperti dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi menyampaikan beras merupakan isu yang sensitif sehingga kebijakan harus benar-benar dirancang secara terukur, mulai dari hulu hingga hilir. Maka, perubahan HET tidak bisa diputuskan secara tergesa-gesa.

“Karena kan beras ini kan sensitif ya. Jangan sampai kebijakannya itu gak balance antara hulu sama hilir. Kelihatannya cuma naikin Rp 100, Rp 200, Rp 500 perak, tapi ini untuk 280 juta orang. Jadi gak boleh salah dalam memutuskan,” ujar Arief.

Dia mengaku bahwa Bapanas telah menyerahkan laporan yang berisi sejumlah opsi perubahan HET beras. Namun dari sejumlah opsi itu, belum ada putusan yang diambil oleh Presiden Prabowo maupun Menko Pangan Zulhas.

“Itu laporan saya ke Menko kan, supaya dipertimbangkan Beliau. Nanti apapun yang diputuskan saya akan sampaikan deh kepada teman-teman (wartawan). Sekarang kan belum. Saya kasih beberapa alternatif. Silahkan Pak Presiden putusin sama Pak Menko,” pungkasnya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia