Jumat, 15 Mei 2026

Industri Furnitur Perkuat Penetrasi di Pasar ASEAN

Penulis : Harso Kurniawan
27 Aug 2025 | 16:32 WIB
BAGIKAN
Anggota Himki mengikuti VIFA ASEAN 2025. (ist)
Anggota Himki mengikuti VIFA ASEAN 2025. (ist)

JAKARTA, Investor.id – Sebanyak enam annggota Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) mengikuti VIFA ASEAN 2025 di Saigon Exhibition and Convention Center (SECC), Ho Chi Minh City, Vietnam. Ini merupakan upaya untuk memperkuat penetrasi industri furnitur nasional di pasar ASEAN.

Delegasi Himki dipimpin oleh Marthunus Fahrizal, ketua bidang hubungan antarlembaga internasional, yang menghadiri opening ceremony pameran itu. Setelah seremoni pembukaan dan tur hall pameran, delegasi Himki turut mendampingi enam perusahaan anggota terpilih yang berpartisipasi sebagai exhibitor. Mereka adalah CV Wood Story Indonesia, CV Cipta Abadi, CV Indo Living Utama, PT Villo Indonesia, Qya Home Décor, dan Borobudur Home Furniture.

Kehadiran Himki di ajang ini memiliki makna khusus, karena selain diundang langsung oleh penyelenggara, asosiasi ini menerima undangan resmi dari Kedutaan Besar Vietnam di Jakarta. Hal ini menegaskan semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia–Vietnam serta langkah nyata Himki untuk memperluas jejaring internasional dan membuka peluang ekspor industri mebel dan kerajinan Indonesia.

ADVERTISEMENT

Pameran VIFA ASEAN International Furniture and Home Accessories Fair (VIFA ASEAN 2025) resmi dibuka pada 26 Agustus 2025 dan berlangsung hingga 29 Agustus 2025. Pameran ini diinisiasi oleh Vietnam Chamber of Commerce and Industry (VCCI/Kadin Vietnam) dan menempati area seluas 15.000 m², dengan partisipasi 350 lebih perusahaan yang menempati sekitar 1.000 booth.

Ketua Umum VCCI Pham Tan Cong menekankan, industri olahan kayu merupakan salah satu sektor unggulan Vietnam. Produk kayu Vietnam kini menempati posisi terdepan dalam hal material, desain, dan keberlanjutan, sehingga menjadi sektor primadona di tengah pertumbuhan perdagangan yang terus meningkat.

Data resmi menunjukkan, sepanjang Januari–Juli 2025, perdagangan Vietnam mencapai US$ 514,7 miliar, naik 14,8% dari tahun sebelumnya. Khusus industri kayu dan furnitur, nilai ekspor mencapai US$ 11,7 miliar, tumbuh 8,6% dibandingkan 2024. Dari jumlah tersebut, ekspor produk kayu menyumbang US$ 6,6 miliar dengan pertumbuhan 8,2% secara tahunan.

Partisipasi Himki di VIFA ASEAN bukan sekadar agenda rutin, melainkan strategi jangka panjang untuk membuka akses pasar global. Kehadiran enam perusahaan anggota hasil kurasi Himki di pameran ini diharapkan dapat memperkenalkan kualitas dan keragaman produk mebel dan kerajinan Indonesia di hadapan pembeli internasional, investor, kontraktor, desainer, arsitek, hingga pemilik bisnis hospitality.

“Partisipasi Himki dalam VIFA ASEAN 2025 adalah wujud nyata komitmen kami untuk menguatkan posisi Indonesia di pasar global, khususnya di kawasan Asia Tenggara yang terus berkembang pesat,” ungkap Marthunus Fahrizal, dikutip Rabu (27/8/2025).

VIFA merupakan pameran furnitur dan home accessories terbesar di Vietnam, yang diselenggarakan dua kali dalam setahun, yaitu VIFA EXPO pada Februari/Maret, dan VIFA ASEAN setiap bulan Agustus.

Tahun 2025 ini menandai pelaksanaan ketiga VIFA ASEAN, dan Himki telah berpartisipasi sejak 2024. Partisipasi ini semakin memperkuat eksistensi Indonesia dalam peta industri mebel dan kerajinan internasional.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia