Jumat, 15 Mei 2026

India Lanjut Beli Minyak dari Rusia Meski Dihantui Tarif AS

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
8 Sep 2025 | 11:00 WIB
BAGIKAN
Burung camar terbang di depan anjungan minyak dan gas lepas pantai Esther pada 5 Januari 2025 di Seal Beach, California, Amerika Serikat (AS). (Foto: Mario Tama/ Getty Images News/ Getty Images)
Burung camar terbang di depan anjungan minyak dan gas lepas pantai Esther pada 5 Januari 2025 di Seal Beach, California, Amerika Serikat (AS). (Foto: Mario Tama/ Getty Images News/ Getty Images)

JAKARTA, investor.id - India mengungkapkan akan melanjutkan pembelian minyak dari Rusia karena terbukti ekonomis. 

Langkah ini diumumkan oleh menteri keuangan negara itu, Nirmala Sitharaman, meski pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk mengenakan tarif impor yang tinggi terhadap barang-barang India, sebagian karena pembelian energi dari Rusia.

Dikutip dari US News, Senin (8/9/2025) Menteri Keuangan Nirmala Sitharaman mengatakan bahwa India, yang dikenal sebaga importir dan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, tidak berencana untuk menghindari pasokan Rusia.

ADVERTISEMENT

"Kita harus memutuskan (sumber pasokan) mana yang paling cocok untuk kita. Jadi, kita pasti akan membelinya," ujarnya dalam wawancara dengan outlet berita lokal CNN-News18.

Ia menambahkan bahwa India menghabiskan sebagian besar devisanya untuk membeli minyak mentah dan bahan bakar olahan.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick mendesak India untuk mendukung dolar dan melanjutkan perundingan perdagangan dengan Washington, serta berhenti membeli minyak Rusia.

"Kami selalu bersedia berunding. Tiongkok menjual kepada kami. India menjual kepada kami. Mereka tidak akan bisa saling menjual. Kita adalah konsumen dunia," ucap Lutnick dalam sebuah wawancara dengan program "Bloomberg Surveillance".

"Dukung dolar, dukung Amerika Serikat, dukung klien terbesar Anda, yaitu konsumen Amerika atau, saya rasa Anda akan membayar tarif 50%. Dan mari kita lihat berapa lama ini akan berlangsung,” kata dia.

Lutnick menyebut, ia memperkirakan India akan kembali memberi keputusan dalam satu atau dua bulan, dan mengupayakan kesepakatan perdagangan.

Ketika Eropa dan AS menghindari minyak Rusia imbas pecahnya konflik antara Rusia dan Ukraina pada tahun 2022, India telah memanfaatkan diskon produksi Rusia untuk menjadi pembeli minyak mentah Rusia terbesar yang diangkut melalui laut.

India mengatakan pembelian minyak Rusia telah menjaga keseimbangan pasar. Pada tahun fiskal hingga Maret 2025, pembelian minyak dan bahan bakar olahan dari luar negeri mencapai sekitar seperempat dari total impor India.

"Baik itu minyak Rusia atau apa pun, keputusan kami adalah membeli dari tempat yang sesuai dengan kebutuhan kami, baik dari segi harga, logistik, atau apa pun," terang Sitharaman.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia