Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Kukuh Tak akan Tambah Kuota Impor BBM untuk SPBU Swasta

Penulis : Bambang Ismoyo
9 Sep 2025 | 20:46 WIB
BAGIKAN
Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman di kantor Ditjen Migas, Selasa (9/9/2025). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)
Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman di kantor Ditjen Migas, Selasa (9/9/2025). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tidak akan menambah kuota impor bahan bakar minyak (BBM) untuk perusahaan SPBU swasta. Keputusan ini diambil meskipun beberapa SPBU swasta mengalami kekosongan stok dalam beberapa pekan terakhir.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menjelaskan bahwa alokasi impor untuk SPBU swasta pada tahun 2025 sebenarnya sudah dinaikkan 10% dari kuota tahun sebelumnya. Dengan penambahan ini, seharusnya stok BBM tidak mengalami kendala.

“Kementerian ESDM tahun 2025 ini untuk SPBU swasta telah memberikan kelebihan alokasi volume tambahan sebanyak 10% dari alokasi volume tahun 2024,” ungkap Laode di kantor Ditjen Migas, Selasa (9/9/2025).

Karena alasan tersebut, pemerintah kukuh tidak akan ada penambahan kuota impor. Apalagi, saat ini Indonesia juga berupaya menjaga neraca impor migas. Laode menyarankan agar SPBU swasta memanfaatkan produk BBM dari kilang milik PT Pertamina yang ada di dalam negeri.

ADVERTISEMENT

Pihaknya mendorong perusahaan swasta untuk melakukan sinkronisasi dengan Pertamina terkait ketersediaan stok, alih-alih mengimpor dari luar. Hari ini, Ditjen Migas telah mengadakan pertemuan dengan seluruh perusahaan SPBU di Indonesia untuk membahas isu ini dan mendorong rencana sinkronisasi tersebut.

“Badan Usaha Swasta yang tadi sudah kita undang, kita arahkan untuk melakukan sinkronisasi volumenya dengan Pertamina,” tutup Laode Sulaeman.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 25 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia