Minggu, 21 Juni 2026

DPR Dukung Integrasi Tiga Subholding Pertamina

Penulis : Harso Kurniawan
12 Sep 2025 | 20:19 WIB
BAGIKAN
Kegiatan operasi Pertamina Hulu Indonesia
Kegiatan operasi Pertamina Hulu Indonesia

JAKARTA, Investor.id - Inisiatif PT Pertamina untuk menggabungkan tiga subholding mendapat dukungan Komisi VI DPR. Hal ini mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR dengan Pertamina.

”Komisi VI DPR RI mendukung Pertamina beserta subholding untuk melaksanakan hal-hal sebagai berikut, rencana penggabungan operasional subholding PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional, dan PT Pertamina International Shipping sebagai penyelarasan prioritas inisiatif perusahaan dan sejalan dengan arah kebijakan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara),” kata Wakil Ketua Komisi VI, Adisatrya Suryo Sulisto sebagai pimpinan sidang, saat membacakan kesimpulan RDP, dikutip Jumat (12/9/2025).

Selain itu, lanjut Adisatrya, Komisi VI mendukung konsolidasi sejumlah unit usaha yang berada di luar bisnis utama Pertamina, sehingga fokus pada bisnis inti di sektor minyak dan gas, serta energi terbarukan, sesuai arahan dan kajian bersama Danantara.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, anggota Komisi VI DPR Rivqy Abdul Halim memberi apresiasi terhadap rencana integrasi tiga subholding Pertamina.  Dia menyebut, rencana tersebut sebagai sebuah terobosan baik. Begitu juga dengan rencana merger antara Pelita Air dan Garuda Indonesia. ”Semoga ini menjadi terobosan juga, kerja sama antar BUMN,” ungkap dia.  

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri dalam RDP tersebut menuturkan, perusahaan akan melakukan integrasi hilir, yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025. Ke depan, perseroan akan lebih fokus pada bisnis inti, yakni di sektor minyak dan gas (oil and gas) serta energi terbarukan (renewable energy). Dengan demikian, sejumlah unit usaha yang berada di luar bisnis utama akan dipisahkan atau spin off dari perseroan.

Komisi VI memang menyikapi positif rencana integrasi bisnis hilir Pertamina. Rencana tersebut, dinilai sejalan dengan semangat dan arah arah kebijakan Danantara.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria sebelumnya menyampaikan, pihaknya berencana untuk merampingkan jumlah BUMN beserta anak usahanya, dari total lebih dari 800 menjadi sekitar 200 perusahaan saja.

Menurut Dony, hal tersebut merupakan upaya agar perusahaan-perusahaan BUMN nantinya hanya akan fokus pada bisnis utamanya (core business) masing-masing. Pertamina, yang memiliki core business pada minyak dan gas, misalnya, juga memiliki usaha rumah sakit hingga agen perjalanan.

Jika perusahaan-perusahaan BUMN kembali ke bisnis inti, mereka menjadi lebih sehat dan kuat.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 5 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 5 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia