Jumat, 15 Mei 2026

Pengusaha Optimis Kucuran 200 T Bisa Perkuat Kinerja Sektor Properti

Penulis : Nanda Andrianta
17 Sep 2025 | 11:53 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi penjualan properti. (Foto: Istimewa )
Ilustrasi penjualan properti. (Foto: Istimewa )

SURABAYA, investor.id - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah menyalurkan dana sebesar Rp 200 triliun ke lima bank milik negara. Langkah ini dianggap merupakan kebijakan strategis untuk meningkatkan likuiditas di sistem perbankan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi, salah satunya di sektor properti.

Menurut Himpunan pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Jatim, adanya kebijakan kucuran dana Rp 200 triliun kepada 5 bank milik pemerintah sangat disambut baik, apalagi ditengah lesunya jual-beli properti di Jatim.

"Cukup bagus sih. Jadi sepanjang itu dimanfaatkan sesuai konsep, disalurkan untuk sektor-sektor riil seperti properti. Tapi juga harus dibarengi dengan regulasi yang baik, sehingga bisa tepat sasaran," ujar Budi Santoso, Sekretaris DPD Himperra Jatim saat ditemui di kawasan Surabaya Utara, Rabu (17/9/2025).

Menurut Budi, dalam konteks kucuran dana Rp 200 triliun ke bank-bank negara tersebut, ada dua pihak yang diuntungkan, yakni pengembang dan pembeli properti. Pengembang bisa memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pembangunan yang jumlahnya kreditnya mencapai Rp 20 miliar. Kemudian di sisi konsumen, bisa membeli properti melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

"Saya sepakat jika disebut kebijakan Menkeu ini sebagai rangsangan karena menghidupkan lagi sektor properti yang mungkin sedikit menurun penjualannya, bahkan bisa dikatakan mati suri. Mudah-mudahan ini menjadi angin segar buat kita semua," katanya.

ADVERTISEMENT

Dari data yang didapat, Himperra Jatim mencatat, penjualan properti di Jatim jelang tutup tahun 2025 cenderung masih lambat. Bahkan, per 15 September 2025 kemarin, pencapaian terget baru sekitar 50,16 persen atau sekitar 175.549 unit penjualan terealisasi, dari total 350.000 unit yang dicanangkan sepanjang tahun.

"Saat ini mudah-mudahan dengan sisa waktu yang beberapa bulan ini bisa bekerja. Tapi rasanya dengan kondisi perekonomian yang lambat ini, mungkin sulit-sulit untuk tercapai," tegas pria yang juga pengembang properti di Malang dan Bali tersebut.

Himperra Jatim juga berharap atas kebijakan penyaluran Rp 200 triliun tersebut, dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pengembang dan konsumen. Sebab, jika sektor properti sudah bergerak, sektor lain juga terimbas seperti penjualan semen, besi dan bahan bangunan lainnya juga terangkat penjualannya.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia