Integrasi Whoosh–Trip.com Perluas Akses Global
JAKARTA, investor.id — PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memperluas distribusi layanan Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) melalui kemitraan strategis dengan Trip.com, salah satu penyedia layanan perjalanan online asal Singapura. Integrasi ini memungkinkan pemesanan tiket Whoosh secara langsung melalui ekosistem Trip.com, sekaligus membuka akses lebih luas ke pasar internasional.
Kolaborasi tersebut menjadi integrasi layanan kereta pertama Trip.com di kawasan Asia Tenggara. Melalui platform global yang mendukung berbagai mata uang, sistem pembayaran, serta layanan multibahasa, wisatawan domestik maupun mancanegara kini dapat merencanakan perjalanan secara terpadu —mulai dari penerbangan, hotel, hingga tiket kereta cepat— dalam satu aplikasi.
Global Commercial Head, International Train Business Trip.com Group, Ian Luo mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi ekspansi regional sekaligus upaya memperkuat penetrasi pasar Indonesia yang memiliki populasi lebih dari 270 juta jiwa. Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk membangun jaringan layanan kereta internasional yang terintegrasi, setelah sebelumnya mengembangkan bisnis serupa di Eropa dan Asia.
“Kerja sama ini menegaskan komitmen kami menghadirkan layanan kereta bagi pengguna di seluruh dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi menyatakan bahwa perluasan kanal distribusi digital menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam meningkatkan aksesibilitas layanan. Melalui integrasi dengan Trip.com, wisatawan dapat mengatur perjalanan bahkan sebelum tiba di Indonesia.
“Ini bukan sekadar soal tiket, tetapi tentang memperluas akses mobilitas dan memperkuat posisi Whoosh di pasar global,” katanya.
General Manager Trip.com Indonesia, Krishna Arya menambahkan, peluncuran ini mewujudkan visi kerja sama menjadi aksi nyata. Dengan mengintegrasikan Whoosh, maka membuka akses yang lebih luas terhadap keindahan alam dan kekayaan budaya Indonesia.
“Dengan lebih dari 400.000 penumpang internasional yang telah menggunakan layanan Whoosh sepanjang 2025, kami optimistis jangkauan global Trip.com akan makin mempercepat pertumbuhan pengguna Whoosh dari pasar global pada 2026,” ucapnya.
Target Pertumbuhan
Dari sisi operasional, KCIC mencatat jumlah penumpang Whoosh telah mencapai sekitar 6,2 juta orang per tahun. Konsorsium BUMN Indonesia ini menargetkan pertumbuhan minimal 6% per tahun, dengan proyeksi jumlah penumpang tahun depan mencapai sedikitnya 6,5 juta orang.
Dwiyana menyampaikan bahwa kinerja keuangan juga menunjukkan pertumbuhan, meskipun masih relatif tipis. Pendapatan meningkat sekitar 0,16%, sementara EBITDA tumbuh sekitar 0,1%. Capaian tersebut dinilai positif mengingat layanan baru beroperasi penuh sejak Oktober 2023.
Selain mengejar pertumbuhan volume penumpang, KCIC juga membidik peningkatan pangsa pasar wisatawan mancanegara. Saat ini, sekitar 7% atau sekitar 401 ribu penumpang Whoosh merupakan wisatawan internasional, dengan mayoritas berasal dari Malaysia dan Singapura. Melalui kemitraan dengan Trip.com, manajemen menargetkan kenaikan penumpang internasional sekitar 5%, dengan fokus awal pada kawasan ASEAN.
Data penumpang internasional sepanjang 2023–2025 menunjukkan kontribusi terbesar berasal dari Malaysia sekitar 300 ribu penumpang, disusul Singapura lebih dari 80 ribu penumpang, China sekitar 60 ribu penumpang, serta Jepang dan Korea Selatan dengan total gabungan lebih dari 50 ribu penumpang.
Kerja sama dengan Trip.com juga diarahkan untuk memperkuat penjualan melalui kanal online. Trip.com yang kini beroperasi di 28 pasar internasional mendukung berbagai metode pembayaran, mulai dari transfer bank, kartu kredit, hingga dompet digital. Perusahaan menyatakan terus melakukan riset dan pengembangan berbasis pengguna (user-based services), termasuk analisis perilaku pelanggan dan penyediaan layanan pelanggan 24 jam, guna meningkatkan pengalaman pengguna.
KCIC menegaskan penguatan distribusi digital dilakukan tanpa mengganggu kanal penjualan yang sudah berjalan, dengan tujuan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Pengembangan Ekosistem
Selain memperluas distribusi, KCIC juga mengembangkan ekosistem pendukung di sekitar stasiun untuk mendorong peningkatan ridership. Stasiun Karawang diproyeksikan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan penumpang, dengan pembangunan dua akses jalan dari sisi barat dan timur yang melibatkan pengembang kawasan industri dan komersial setempat.
Pengembangan area ritel di Stasiun Halim serta kerja sama dengan berbagai mitra juga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus menambah pendapatan non-tiket.
KCIC menilai kehadiran kereta cepat turut mengubah pola perjalanan Jakarta–Bandung. Waktu tempuh sekitar 45 menit memungkinkan perjalanan pulang-pergi dalam satu hari, termasuk bagi pekerja yang berdomisili di Bandung dan bekerja di Jakarta. Perubahan pola mobilitas tersebut dinilai berdampak pada aktivitas ekonomi di sekitar kawasan stasiun serta sektor pariwisata Jawa Barat.
Integrasi dengan Trip.com juga memperluas eksposur destinasi di Jawa Barat, seperti Kawah Putih, Gunung Tangkuban Parahu, kawasan Pasar Baru Bandung, hingga Pangandaran, dengan menjadikan Bandung sebagai salah satu gerbang wisata yang lebih mudah diakses.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


