Minggu, 21 Juni 2026

Realisasi Investasi Hilirisasi Terus Tumbuh

Penulis : Heru Febrianto
22 Mar 2026 | 00:47 WIB
BAGIKAN
MIND ID
Sumber; Ist
MIND ID Sumber; Ist

JAKARTA, investor.id – Dalam dua tahun terakhir, arsitektur penciptaan nilai tambah di dalam negeri bergerak kian solid. Pemerintah mencatat realisasi investasi hilirisasi sepanjang Januari hingga September 2025 mencapai Rp 431,4 triliun, meningkat 58,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka ini menegaskan bahwa strategi pengolahan mineral dan batu bara di dalam negeri bukan lagi wacana, melainkan kerja nyata yang menyumbang porsi signifikan terhadap total investasi nasional dan mengubah struktur industri kita dari penjual bahan mentah menjadi produsen produk bernilai tambah.

Grup MIND ID berada di garis terdepan mendukung akselerasi tersebut. Sejumlah proyek strategis yang telah beroperasi dan terus dikembangkan antara lain fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit–alumina–aluminium, smelter pengolahan dan pemurnian tembaga beserta Precious Metal Refinery di Gresik, tiga proyek pengolahan dan pemurnian nikel di Sulawesi, serta proyek pengembangan infrastruktur logistik batu bara Tanjung Enim–Keramasan.

ADVERTISEMENT

Rangkaian inisiatif ini dirancang untuk memperkuat rantai nilai di dalam negeri dan meningkatkan kapasitas produksi. Kendati demikian, perjalanan hilirisasi nasional terus dihadapkan pada tantangan.

Volatilitas harga komoditas global, pergeseran rantai pasok, perubahan teknologi terutama pada bahan baku baterai, ketegangan geopolitik, hingga perubahan kebijakan dagang di pasar mitra menuntut biaya produksi dan strategi komersial pelaku industri bergerak dinamis.

Di dalam negeri, penataan kebijakan ekspor mineral mentah memberikan angin baru bagi pengembangan midstream dan downstream. Tujuannya jelas, yakni Indonesia harus memiliki kapasitas untuk membangun rantai pasok yang lebih utuh di dalam negeri dan naik kelas menjadi pemasok produk jadi bernilai tambah dan berteknologi tinggi.

Basis sumber daya kita memang memungkinkan. USGS menempatkan Indonesia sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia, sekitar 55 juta ton, memperkuat posisi Indonesia dalam agenda hilirisasi berbasis nikel. Di sisi bauksit, data Badan Geologi ESDM mencatat cadangan bijih bauksit sekitar 2,865 miliar ton.

Sementara untuk batu bara, cadangan nasional tercatat sekitar 31,96 miliar ton pada akhir 2024. Angka-angka ini menjadi landasan kebijakan hilirisasi dan keamanan pasok energi bahan baku untuk jangka menengah–panjang.

Oleh karenanya, sejumlah isu domestik memerlukan penegasan tindak lanjut, antara lain ketersediaan dan keandalan energi untuk fasilitas pengolahan, tata kelola niaga yang disiplin dan transparan, serta insentif fiskal yang tepat sasaran untuk mempercepat tahap lanjut investasi.

Semua temuan tersebut kemudian dibahas secara tuntas dalam KILAS (Kupas Isu Lintas Sektor Strategis) Balik Ramadan. Forum ini dibangun untuk merangkul seluruh pemangku kepentingan sektor pertambangan agar berbicara dalam satu agenda, bekerja di atas dasar data yang sama, dan melangkah pada program prioritas yang disepakati bersama.

Division Head Institutional Relations MIND ID Selly Adriatika mengatakan KILAS menjadi ruang strategis bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengevaluasi capaian program strategis dan memastikan setiap tantangan yang dihadapi mampu terselesaikan dengan langkah strategis yang disepakati bersama.

“Hilirisasi merupakan proses jangka panjang yang menuntut konsistensi, dan kolaborasi berbagai pihak. Melalui KILAS, sektor industri pertambangan akan semakin mampu memberi manfaat yang lebih besar dan inklusif bagi perekonomian nasional,” kata Selly dikutip di Jakarta, Sabtu (21/3/2026).

KILAS Balik Ramadan pada akhirnya diharapkan mampu menjadi kompas institusional yang lahir dari momen refleksi, tetapi bekerja untuk hari-hari sesudahnya.

Ketika program hilirisasi bergerak semakin dalam dan tantangan di dalam maupun di luar negeri kian kompleks, ukuran keberhasilan bukan hanya seberapa besar investasi mengalir, melainkan seberapa kokoh fondasi struktur industri yang kita bangun.

Dengan KILAS sebagai acuan evaluasi dan penyelaras, MIND ID menegaskan komitmen untuk melanjutkan perjalanan hilirisasi agar manfaatnya kian besar bagi perekonomian dan masyarakat luas.

Editor: Heru Febrianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia