Minggu, 21 Juni 2026

Kementan Pastikan Pangan Protein dan Karbohidrat Swasembada Tanpa Impor

Penulis : Erfan Ma’ruf
8 Apr 2026 | 09:30 WIB
BAGIKAN
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut kebutuhan pangan pokok strategis berupa sumber karbohidrat dan protein telah berhasil swasembada. (Dok. Kementerian Pertanian)
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut kebutuhan pangan pokok strategis berupa sumber karbohidrat dan protein telah berhasil swasembada. (Dok. Kementerian Pertanian)

JAKARTA, investor.id - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut kebutuhan pangan pokok strategis berupa sumber karbohidrat dan protein telah berhasil swasembada. Capaian ini menegaskan bahwa produksi pangan dalam negeri telah mampu menopang kebutuhan konsumsi nasional tanpa ketergantungan pada impor.

"Pangan kita ini sudah swasembada pangan, protein dan karbohidrat. Jadi pangan yang dibutuhkan tubuh itu protein dan karbohidrat. Kita sudah swasembada hari ini," ujar Amran saat rapat bersama Komisi IV DPR RI, Jakarta pada Selasa (7/4/2026).

Amran menyebutkan secara detail berbagai pangan pokok strategis yang telah mencapai level swasembada antara lain beras, telur ayam ras, dan daging ayam serta jagung pakan. Keempat komoditas tersebut merupakan sumber karbohidrat dan protein serta pendukung produksi sumber protein hewani. 

ADVERTISEMENT

Pencapaian swasembada karbohidrat dan protein tersebut termaktub dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2025. Untuk beras sepanjang tahun 2025 tidak ada impor karena produksi setahun mencapai 34,69 juta ton telah dapat memenuhi kebutuhan konsumsi tahunan sebesar 31,16 juta ton.

Sementara untuk daging ayam ras dan telur ayam ras juga swasembada. Sepanjang 2025 tidak ada importasi karena produksi dalam negeri masih melampaui kebutuhan konsumsi nasional. Produksi daging ayam ras 4,29 juta ton dengan konsumsi setahun 4,12 juta ton. Untuk produksi telur ayam ras 6,54 juta ton dengan konsumsi setahun 6,47 juta ton.

Kondisi tanpa impor juga ada di jagung pakan. Setelah tahun 2024 sempat ada impor jagung pakan, sepanjang 2025 dipastikan tidak ada impor lagi. Produksi jagung pakan kadar air 14 persen sepanjang 2025 berada di 16,16 juta ton dengan kebutuhan konsumsi 15,23 juta ton.

Kepala Bapanas itu menuturkan masih ada lagi beberapa pangan pokok strategis yang sudah tidak bergantung pada importasi. Bahkan ia katakan Indonesia sudah menjadi eksportir bagi kebutuhan pasar global.

"Bawang merah, gula konsumsi, cabai, juga sudah. Bahkan ada yang ekspor, yakni minyak goreng. Kita termasuk ekspor terbesar dunia. Kita yang mensuplai dunia. Jadi semua ini sudah swasembada dan ditambah ikan, sudah ada pangan kita. Kalau yang belum itu kedelai, bawang putih, susu, daging," tambah Amran.

Stok CPP Terbesar

Menurut Amran, visi swasembada pangan yang digelorakan Presiden Prabowo Subianto merupakan kunci utama dalam penanganan krisis akibat terdampak geopolitik dan perubahan iklim. 

"Untuk menangani krisis, kalau tidak ditangani dari sejak dilantik Bapak Presiden, tidak terjadi hari ini. Kita bisa berantakan hari ini. Empat tahun rencana awal swasembada, begitu Bapak melihat ada geopolitik yang memanas, Pak Mentan, apapun caranya, satu tahun. Jadi, ini luar biasa satu tahun swasembada. Dan, stok cadangan beras kita insya Allah bulan ini lima juta ton," urai Amran.

Dalam stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) saat ini, beras memang menjadi stok yang terbesar. Per 7 April, stok CPP dalam bentuk beras bahkan telah mencapai 4,6 juta ton dan telah melampaui rekor stok pada tahun sebelumnya yang pernah berada di angka 4,2 juta ton.

Sementara untuk stok CPP lainnya, Bapanas mencatat jagung pakan ada 177 ribu ton, minyak goreng 122 ribu kiloliter, dan gula konsumsi 48 ribu ton. Kemudian daging sapi 8 ribu ton, daging kerbau 3 ribu ton, daging ayam ras 39 ton, dan telur ayam ras 7 ton.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 4 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 35 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia