Kamis, 14 Mei 2026

Kebutuhan Hewan Kurban 2026 Diperkirakan Naik 3,82%, Stok Dipastikan Aman

Penulis : Zhulfakar
13 Mei 2026 | 20:02 WIB
BAGIKAN
Peternak memegang sapi jenis simmental di Desa Ilie, Banda Aceh, Aceh, Rabu (13/5/2026). Sapi kurban dari Presiden Prabowo itu berbobot 950 kilogram. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Peternak memegang sapi jenis simmental di Desa Ilie, Banda Aceh, Aceh, Rabu (13/5/2026). Sapi kurban dari Presiden Prabowo itu berbobot 950 kilogram. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan hewan kurban untuk kebutuhan Iduladha 2026 dalam kondisi aman dan mencukupi. Pemerintah mencatat potensi stok hewan kurban nasional mencapai 3,2 juta ekor atau surplus sekitar 891 ribu ekor dibandingkan kebutuhan tahun ini.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Agung Suganda mengatakan, kebutuhan hewan kurban pada 2026 diperkirakan mencapai 2.355.470 ekor atau meningkat 3,82% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, potensi ketersediaan hewan kurban nasional mencapai 3.246.790 ekor, sehingga dinilai masih lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Iduladha.

ADVERTISEMENT

“Secara nasional ketersediaan hewan kurban cukup. Potensi ketersediaan hewan kurban tahun 2026 mencapai 3.246.790 ekor dengan surplus sekitar 891.320 ekor,” ujar Agung Suganda dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, stok hewan kurban terdiri atas 859.268 ekor sapi, 33.952 ekor kerbau, 1.417.880 ekor kambing, dan 935.690 ekor domba.

Selain memastikan kecukupan stok, pemerintah juga memperkuat pengawasan kesehatan hewan kurban guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular dan zoonosis. Pengawasan dilakukan mulai dari lalu lintas ternak, lokasi penjualan hewan kurban, hingga pemeriksaan ante mortem dan post mortem di tempat pemotongan hewan.

“Kementan akan terus update angka ketersediaan dan kebutuhan hewan kurban dari seluruh provinsi, serta melakukan rekayasa distribusi dari daerah surplus ke daerah minus,” kata Agung.

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah strategis menjelang Iduladha 2026. Langkah tersebut meliputi koordinasi nasional dengan pemerintah daerah, sosialisasi kepada pengurus masjid dan panitia kurban, serta digitalisasi pengawasan ternak melalui sistem Lalulintas dan iSIKHNAS.

Menurut Agung, upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kurban berjalan aman dan memenuhi standar kesehatan masyarakat veteriner. Pemerintah menargetkan masyarakat memperoleh hewan kurban yang sehat, halal, aman, dan higienis selama perayaan Iduladha tahun ini.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 3 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 35 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 45 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 46 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 57 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia