Indonesia Amankan Tambahan Pasokan Minyak dan LPG dari Rusia
14 Apr 2026 | 18:36 WIB
MOSKWA, investor.id – Pemerintah Indonesia berhasil mengamankan komitmen tambahan pasokan minyak mentah (crude oil) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Rusia. Kesepakatan strategis ini merupakan hasil diplomasi energi tingkat tinggi guna menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian pasokan global.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam misi ke Kremlin, melakukan pertemuan teknis dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, pada Rabu (14/4/2026). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut langsung dari pembicaraan antara Presiden Prabowo dan Presiden Vladimir Putin sehari sebelumnya.
“Hari ini saya baru selesai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Energi Rusia dalam rangka menindaklanjuti kesepakatan pembicaraan antara Presiden Prabowo dengan Presiden Putin,” ujar Bahlil seusai pertemuan di Moskwa, seperti dikutip dari keterangan resmi.
“Alhamdulillah, dari hasil kesepakatan tersebut kita mendapatkan hasil yang cukup baik. Kita bisa mendapatkan tambahan cadangan crude dan juga LPG,” ujar imbuh Menteri ESDM.
Bahlil menjelaskan bahwa kerja sama ini dijajaki melalui skema antar-pemerintah (Government to Government/G2G)) maupun bisnis (Business to Business/B2B). Indonesia juga membuka ruang kolaborasi jangka panjang untuk memastikan stabilitas stok energi domestik dari fluktuasi harga dunia.
“Kita ingin semua ini betul-betul memberi kepastian bagi ketahanan energi nasional,” tegas Bahlil.
Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, menegaskan posisi Rusia sebagai mitra strategis yang siap membantu Indonesia memperkuat kedaulatan energinya. “Kami siap berkolaborasi terutama dalam penyediaan minyak dan gas, penyimpanan, maupun kelistrikan dalam hal ini PLTN,” kata Tsivilev.
Langkah diplomasi ini dipandang krusial mengingat Rusia memiliki kapasitas produksi energi yang masif di tengah volatilitas pasar global akibat faktor geopolitik. Pemerintah Indonesia berharap kemitraan ini menjadi jangkar stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui kepastian akses energi yang terjangkau.
Sebelumnya pada Senin (13/4/2026), Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan bilateral dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kremlin, Moskwa, menyatakan bahwa Rusia sangat terbuka menjalin kerja sama baru di berbagai sektor strategis dengan Indonesia, termasuk energi.
“Kita bicara mengenai kerja sama di bidang energi, di bidang antariksa, juga di bidang pertanian, di bidang penghasilan industri, serta di bidang farmasi,” kata Putin dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Presiden Putin menyampaikan bahwa hubungan antara Indonesia dan Rusia terus berkembang secara konsisten dan memiliki substansi yang makin kuat. Terlebih setelah disepakatinya deklarasi kemitraan strategis antara Indonesia dan Rusia pada tahun 2025 lalu.
“Beberapa waktu lalu kita telah menerima deklarasi mengenai kemitraan strategis. Saya sangat senang kita melaksanakan langkah-langkah yang memberi makna dan isi yang cukup besar untuk hubungan kedua negara,” ujar Putin.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






