Minggu, 21 Juni 2026

Pertamina Siap Tindak Lanjuti Rencana Impor Minyak Rusia

Penulis : Grace El Dora
14 Apr 2026 | 16:36 WIB
BAGIKAN
Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin ketika berada Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Senin (13/4/2026). (Foto: ANTARA/HO-Bakom RI)
Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin ketika berada Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Senin (13/4/2026). (Foto: ANTARA/HO-Bakom RI)

JAKARTA, investor.id – PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapannya untuk menjalankan arahan pemerintah terkait rencana pembelian minyak mentah (crude oil) dari Rusia. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional di tengah fluktuasi pasar global.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengungkapkan saat ini proses komunikasi masih berada di level antar pemerintah (government-to-government). Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola energi nasional, Pertamina akan bergerak sesuai regulasi yang ditetapkan.

"Pertamina terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi nasional. Namun, kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, kepatuhan, serta mempertimbangkan aspek komersial dan operasional," ujar Baron di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Fleksibilitas Kilang dan Spesifikasi Minyak

ADVERTISEMENT

Salah satu poin krusial dalam rencana ini adalah kecocokan jenis minyak Rusia dengan infrastruktur pengolahan di Indonesia. Baron menjelaskan bahwa Pertamina akan mempelajari lebih lanjut spesifikasi minyak tersebut agar optimal saat diolah.

Ia optimistis bahwa melalui program modernisasi kilang yang sedang berjalan, Pertamina akan memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalam mengolah berbagai jenis minyak mentah dari berbagai negara di masa depan.

Hasil Pertemuan Presiden Prabowo dan Putin

Rencana kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, diskusi kedua pemimpin negara tersebut berorientasi pada kepentingan nasional yang konkret.

Selain perdagangan minyak, kolaborasi ini diproyeksikan mencakup pengembangan kilang minyak di dalam negeri, pemanfaatan teknologi energi terbaru, serta pengembangan sektor energi bersih untuk mendukung diversifikasi energi jangka panjang.

Langkah ini dinilai mendesak mengingat gejolak pasar energi dunia yang terus menekan stabilitas pasokan di banyak negara. Sebagai salah satu produsen energi terbesar di dunia, Rusia dipandang sebagai mitra strategis untuk menjaga keamanan stok energi Indonesia.

Wacana pembelian minyak dari Rusia sebenarnya telah mengemuka sejak beberapa tahun terakhir, terutama saat harga minyak dunia melambung tinggi.

Rusia kerap kali menawarkan minyak mentah dengan harga diskon di bawah harga pasar global. Namun, Indonesia harus menyeimbangkan kebutuhan ekonomi tersebut dengan risiko geopolitik, termasuk potensi sanksi internasional dari negara-negara Barat.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 4 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 4 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 5 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 5 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 5 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia